Wisnu Nugroho
Pemimpin Redaksi Kompas.com

Wartawan Kompas. Pernah bertugas di Surabaya, Yogyakarta dan Istana Kepresidenan Jakarta dengan kegembiraan tetap sama: bersepeda. Menulis sejumlah buku tidak penting.

Tidak semua upaya baik lekas mewujud. Panjang umur upaya-upaya baik ~ @beginu

Tak Perlu Kerja Keras untuk Indonesia Kalahkan China Perihal Covid-19

Kompas.com - 20/07/2020, 11:03 WIB
Petugas laboratorium memperlihatkan model virus Covid-19 di Quality Control Laboratory Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020. AFP/NICOLAS ASFOURIPetugas laboratorium memperlihatkan model virus Covid-19 di Quality Control Laboratory Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020.

KOMPAS.com - Apa kabarmu pekan ini? Mendapati kabar baik dari orang-orang dekat atau sahabat adalah kegembiraan kita akhir-akhir ini.

Tidak heran, pertanyaan "apa kabar" yang sebelum pandemi seperti basa-basi, terasa punya energi selama pandemi.

Di tengah ketidakpastian situasi karena pandemi yang bisa mengganggu kesehatan, mendapati baiknya kondisi kesehatan kita, orang-orang dekat dan sahabat membuncahkan rasa syukur.

Rasa syukur baik juga untuk kesehatan mental kita. Di tengah situasi yang membuat kita bisa saja membuat daftar keluhan dan kekecewaan, memiliki rasa syukur juga mendewasakan.

Simbah atau kakek saya di Klaten, Jawa Tengah kerap berujar, doa terbaik adalah bersyukur atas situasi apa pun. Untuk bisa melakukan ini, saya merasa butuh waktu untuk didewasakan bahkan hingga hari-hari ini.

Kita memang lebih cepat dan mudah membuat daftar permintaan atau keluhan atas kekecewaan daripada membuat daftar syukur atas apa yang sudah kita jalani dan dapati. Wajar. Kita masih perlu sama-sama belajar dan didewasakan.

Balik ke kabarmu pekan lalu yang semoga sehat selalu, saya hendak menyampaikan kabar yang membuat perasaan saya campur aduk juga antara kecewa dan bersyukur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penumpang KRL Commuter Line tiba di Stasiun Bogor, Jumat (26/6/2020). Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Jawa Barat melakukan rapid test dan tes usap pada penumpang KRL Commuter Line yang tiba di Stasiun Bogor untuk memetakan sebaran Covid-19.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Penumpang KRL Commuter Line tiba di Stasiun Bogor, Jumat (26/6/2020). Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Jawa Barat melakukan rapid test dan tes usap pada penumpang KRL Commuter Line yang tiba di Stasiun Bogor untuk memetakan sebaran Covid-19.
Sabtu, 18 Juli 2020, Indonesia mengalahkan China dalam jumlah kasus positif Covid-19. Tanpa kerja keras, Indonesia menggeser posisi China dari urutan 25. 

Berdasarkan data yang dihimpun Worldometers, Sabtu (18/7/2020), total kasus positif di Indonesia tercatat 84.882 berada di atas China yang mencatatkan 83.644 kasus.

Minggu (19/7/2020), Indonesia melaporkan tambahan 1.639 kasus baru. Pada hari yang sama, China melaporkan tambahan 16 kasus baru.

Satu catatan data dari satu lembaga kurang sahih untuk sebuah klaim kemenangan itu. Data John Hopkins University memperkuat klaim kemenangan itu. Minggu, 18 Juli 2020, Indonesia mencatatkan 86.521 kasus, sementara China 85.314 kasus.

Jujur, capaian ini membuat perasaan saya campur aduk antara kecewa dan bersyukur.

Kecewa karena penularan masih terjadi dengan angka yang sangat tinggi. Kecewa juga karena kita ternyata tidak perlu bekerja keras untuk mengalahkan China dalam kasus ini.

Lalu apa yang membuat kita bersyukur? Bersyukur karena fakta kita belum bekerja keras. Dengan bekerja lebih keras, kita akan bisa mengalahkan diri sendiri untuk menurunkan jumlah kasus positif Covid-19 setiap hari.

Apakah itu bisa? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab karena jawaban pastinya tersedia bulan Agustus 2020. 

Namun, merujuk pada penjelasan para epidemiolog seperti Dicky Budiman dari Griffith University dan Pandu Riono dari Universitas Indonesia, sejumlah upaya masih bisa kita lakukan bersama-sama untuk menjawab pertanyaan itu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.