Update Virus Corona Dunia 5 Juni: 6,6 Juta Orang Terinfeksi | Iran Bersiap Hadapi Gelombang Kedua

Kompas.com - 05/06/2020, 08:25 WIB
Sekelompok perawat di Jerman membawa tulisan di kardus, yang dalam bahasa Indonesia berarti Kami akan tetap di sini untuk kalian, dan kalian tolong tetap di rumah. Foto diambil pada 19 Maret 2020. SASCHA STEINBACH/EPA-EFESekelompok perawat di Jerman membawa tulisan di kardus, yang dalam bahasa Indonesia berarti Kami akan tetap di sini untuk kalian, dan kalian tolong tetap di rumah. Foto diambil pada 19 Maret 2020.

KOMPAS.com – Penyebaran virus corona, baik dari segi jumlah kasus dan korban jiwa di dunia masih menunjukkan adanya peningkatan.

Melansir data dari Worldometers, setidaknya 6,6 juta orang terinfeksi virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut hingga Jumat (5/6/2020).

Sementara jumlah korban jiwa mencapai 392.020 dan yang dikabarkan sembuh tercatat sebanyak 3.22.035.

Baca juga: Jenis Virus Corona di Indonesia Disebut Tak Masuk Kategori yang Ada di Dunia, Ini Penjelasan Eijkman

Berikut ini 10 negara dengan kasus terbesar di dunia:

  1. Amerika Serikat, 1.923.629 kasus, 110.170 meninggal dunia, 707.150 sembuh.
  2. Brazil, 606.090 kasus, 33.781meninggal dunia, 266.130 sembuh.
  3. Rusia, 441.110 kasus, 5.384 meninggal dunia, 204.620 sembuh.
  4. Spanyol, 287.740 kasus, 27.133 meninggal dunia.
  5. Inggris, 281.660 kasus, 39.904 meninggal dunia.
  6. Italia, 234.010 kasus, 33.689 meninggal dunia, 161.900 sembuh.
  7. India, 226.710 kasus, 6.363 meninggal dunia, 108.450 sembuh.
  8. Jerman, 184.920 kasus, 8.736 meninggal dunia, 167.800 sembuh.
  9. Peru, 183.200 kasus, 5.031 meninggal dunia, 76.228 sembuh.
  10. Turki, 167.410 kasus, 4.630 meninggal dunia, 131.780 sembuh.

Baca juga: Ramai soal Razia Anak yang Pergi ke Mal dan Tempat Keramaian, Ini Penjelasan Wali Kota Solo

Berikut sejumlah perkembangan terbaru terkait penyebaran virus corona di berbagai belahan dunia:

Amerika Serikat

Pengunjuk rasa membawa poster saat mereka berdemonstrasi dalam unjuk rasa di seluruh negeri menyusul kematian George Floyd saat ditahan oleh polisi Minneapolis, di Long Beach, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Patrick T. Fallon/wsj/cfoANTARA FOTO/REUTERS/PATRICK T. FALLON Pengunjuk rasa membawa poster saat mereka berdemonstrasi dalam unjuk rasa di seluruh negeri menyusul kematian George Floyd saat ditahan oleh polisi Minneapolis, di Long Beach, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Patrick T. Fallon/wsj/cfo

Pemerintah AS mendesak para pengunjuk rasa untuk melakukan tes virus corona.

Sebagaimana diketahui, selama beberapa hari orang-orang di seluruh AS turun ke jalan untuk memprotes kebrutalan polisi yang rasis dan mengakibatkan terbunuhnya seorang pria kulit hitam George Floyd.

“Para pengunjuk rasa di Amerika Serikat harus sangat mempertimbangkan untuk dites virus corona,” kata Robert Redfield, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Sementara itu Gubernur New York Andrew Cuomo mengajukan permohonan serupa kepada demonstran

“Tes coronavirus tersedia untuk semua pengunjuk rasa. Kami meminta pemrotes untuk bertanggung jawab. Pakai masker, tes,” katanya di Twitter.

Baca juga: Mengapa Angka Kematian akibat Covid-19 di Asia Lebih Rendah daripada Eropa dan AS?

Uni Eropa

Peta anggota Uni Eropahttps://europa.eu/ Peta anggota Uni Eropa

Kini lebih banyak negara Eropa bersiap untuk membuka kembali perbatasan mereka usai berbula-bulan ditutup karena pandemi.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X