Soal Kabut Asap di Riau, BNPB: Ini Sudah Sangat Bahaya

Kompas.com - 15/09/2019, 08:16 WIB
Pengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu. ANTARA FOTO/RONY MUHARRMANPengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu.

KOMPAS.com – Tagar #IndonesiaDaruratAsap trending di media sosial Twitter. Hingga Minggu (15/9/2019) pagi, tagar tersebut terpantau telah dibicarakan lebih dari 57 ribu kali.

Saat dikonfirmasi terkait kondisi kabut asap di Provinsi Riau, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Agus Wibowo mengatakan kondisi karhutla terutama di Riau sudah parah. Pasalnya selain terjadi di hampir sebagian wilayah, juga ada kiriman kabut asap dari Sumatera Selatan.

"Kalau titik api (Riau) tidak terlalu banyak, tapi gede-gede. Soal kabut asap, ini sudah sangat bahaya. Asap itu kan berbahaya," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/9/2019) malam.

Agus menambahkan, kualitas udara yang buruk dengan pekatnya kabut asap, imbuhnya mempunyai dampak yang cukup banyak, terutama bagi anak-anak. Karena itu, sudah ada edaran dari Dinas Kesehatan untuk meliburkan sekolah guna menghindari adanya aktivitas di luar rumah agar terhindar atau menghidurp asap yang berbahaya tersebut.

"Kemarin kualitas udaranya sampai 360 lebih, itu kan membahayakan," papar dia.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau saat ini, sambungnya, hampir mirip dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan di tahun 2013-2014.

"Riau 2013-2014 mirip, sampai susah bernapas. Berat sekali, dari sisi kesehatan sangat berbahaya, menimbulkan dampak berbahaya," imbuh dia.

Lebih lanjut, Agus mengatakan karhutla di Riau hampir menyeluruh. "Kena semua," papar dia.

Baca juga: Riau Dikepung Kabut Asap, Greenpeace: Ini Indikasi Kegagalan Pemerintah

Kualitas Udara Tidak Sehat

Untuk diketahui, kualitas udara di Riau dikabarkan sangat tidak sehat sejak beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Jumat (13/9/2019) kualitas udara di Pekanbaru, Riau hingga pukul 13.00 WIB tercatat lebih buruk daripada Jakarta.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Dokter soal Viral Tempel Bawang Putih di Tangan Bisa Atasi Sakit Gigi

Kata Dokter soal Viral Tempel Bawang Putih di Tangan Bisa Atasi Sakit Gigi

Tren
Kontroversi Ekspor Benih Lobster dan Catatan Penyelundupan yang Mencapai Rp 1,37 Triliun...

Kontroversi Ekspor Benih Lobster dan Catatan Penyelundupan yang Mencapai Rp 1,37 Triliun...

Tren
9.177 Pelamar Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2019 di Kementerian PPN/Bappenas, Ini Link Pengumumannya

9.177 Pelamar Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2019 di Kementerian PPN/Bappenas, Ini Link Pengumumannya

Tren
3.155 Orang Lolos Administrasi CPNS BIN, Wajib Registrasi, Ini Informasi Lengkapnya

3.155 Orang Lolos Administrasi CPNS BIN, Wajib Registrasi, Ini Informasi Lengkapnya

Tren
Hari Ini 59 Tahun Lalu, Dua Pesawat Tabrakan di Atas Kota New York

Hari Ini 59 Tahun Lalu, Dua Pesawat Tabrakan di Atas Kota New York

Tren
Hari Ini Terakhir, Bagaimana jika Ada Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS 2019?

Hari Ini Terakhir, Bagaimana jika Ada Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS 2019?

Tren
Mengenal 7 Anak Cucu Pertamina, dari Urusi Asuransi hingga Perhotelan

Mengenal 7 Anak Cucu Pertamina, dari Urusi Asuransi hingga Perhotelan

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Film Avatar Diputar Pertama Kali di Bioskop AS

Hari Ini dalam Sejarah: Film Avatar Diputar Pertama Kali di Bioskop AS

Tren
3 Orangutan Hasil Perdagangan Liar dari Thailand Kembali Dilepasliarkan

3 Orangutan Hasil Perdagangan Liar dari Thailand Kembali Dilepasliarkan

Tren
Jangan (Ada Lagi) Korupsi di Kementerian

Jangan (Ada Lagi) Korupsi di Kementerian

Tren
Lolos Administrasi CPNS 2019, Persiapkan Pakaian Ini untuk Tes SKD

Lolos Administrasi CPNS 2019, Persiapkan Pakaian Ini untuk Tes SKD

Tren
[POPULER TREN] Update Link CPNS 2019 | Cerita Dosen UGM Gendong Anak Mahasiswa di Kelas

[POPULER TREN] Update Link CPNS 2019 | Cerita Dosen UGM Gendong Anak Mahasiswa di Kelas

Tren
'Teror' Hewan Sepanjang 2019: Tawon Ndas, Harimau, hingga Ular Kobra

"Teror" Hewan Sepanjang 2019: Tawon Ndas, Harimau, hingga Ular Kobra

Tren
Ramai soal Tes Perpanjangan Kontrak Honorer di Selokan, Sosiolog: Caranya Tidak Tepat

Ramai soal Tes Perpanjangan Kontrak Honorer di Selokan, Sosiolog: Caranya Tidak Tepat

Tren
Sekilas tentang Greta Thunberg, Sosok Termuda di 'Person of The Year' 2019

Sekilas tentang Greta Thunberg, Sosok Termuda di "Person of The Year" 2019

Tren
komentar
Close Ads X