Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bentuk Perjuangan Ir Soekarno

Kompas.com - 10/05/2023, 08:00 WIB
Verelladevanka Adryamarthanino ,
Nibras Nada Nailufar

Tim Redaksi

Sumber Kompas.com

KOMPAS.com - Soekarno adalah presiden pertama Indonesia yang telah banyak berjasa dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.

Oleh sebab itu, Soekarno dijuluki sebagai Bapak Proklamator Indonesia.

Selain sebagai proklamator, perjuangan Soekarno dalam kemerdekaan Indonesia sudah dimulai jauh sebelumnya.

Lantas, apa bentuk perjuangan Ir Soekarno?

Baca juga: Pidato Soekarno dalam Rapat Raksasa 19 September 1945

Mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI)

Pada 1926, Soekarno telah mendirikan Algeemente Studie Club di Bandung, Jawa Barat, yang merupakan cikal bakal dari Partai Nasional Indonesia (PNI).

PNI didirikan pada 4 Juli 1927.

PNI adalah salah satu partai yang menuntut tercapainya kemerdekaan Indonesia dari para penjajah Belanda.

Karena tingginya nasionalisme yang dijunjung oleh Soekarno lewat PNI, ia sempat ditangkap oleh pemerintah Belanda pada 29 Desember 1929.

Soekarno terpaksa harus dipenjara selama empat tahun di Penjara Sukamiskin, Bandung.

Setelah bebas pada 1934, penderitaan Soekarno masih harus terus berlanjut, di mana ia diasingkan ke Kota Ende, Pulau Flores, sebelum akhirnya dipindahan ke Bengkulu pada 1938.

Membentuk Empat Serangkai

Pada 1942, Soekarno bersama dengan Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH Mas Mansyur membentuk Empat Serangkai.

Empat Serangkai adalah kelompok nasionalis yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Jepang.

Empat Serangkai memutuskan untuk bekerja sama dengan Jepang agar mendapat dukungan atas kemerdekaan Indonesia.

Namun sayangnya, Jepang justru memanfaatkan kondisi ini agar bisa mengambil kekayaan Indonesia dan mempekerjakan rakyat pribumi sebagai kerja paksa (Romusha).

Baca juga: Fakta Menarik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Menggagas Pancasila

Lebih lanjut, salah satu bentuk perjuangan Ir Soekarno bagi bangsa Indonesia adalah menggagas Pancasila.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com