Perang Tiga Puluh Tahun: Penyebab, Jalannya Pertempuran, dan Dampak

Kompas.com - 22/10/2021, 09:00 WIB
Gustavus Adolphus saat terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun, tepatnya pada Pertempuran Breitenfeld (1631). Wikimedia Commons/Johann Jakob Walter Gustavus Adolphus saat terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun, tepatnya pada Pertempuran Breitenfeld (1631).

KOMPAS.com - Perang Tiga Puluh Tahun adalah pertempuran di Eropa tengah pada abad ke-17 yang terjadi akibat konflik keagamaan.

Hingga saat ini, pertempuran itu masih menjadi salah satu peperangan terpanjang dan paling brutal dalam sejarah.

Pasalnya, lebih dari delapan juta orang menjadi korban akibat pertempuran militer, serta dari kelaparan dan penyakit selama perang berlangsung.

Perang Tiga Puluh Tahun terjadi pada tahun 1618-1648 di Eropa Tengah, khususnya negara-negara Kekaisaran Romawi Suci.

Hasilnya, perang ini mengubah wajah geopolitik Eropa dan peran agama dalam kehidupan masyarakat.

Latar belakang

Perang Tiga Puluh Tahun terjadi antara negara-negara Katolik dan Protestan yang membentuk Kekaisaran Romawi Suci.

Konflik agama mulai muncul ketika Kaisar Ferdinand II menduduki takhta Kekaisaran Romawi Suci.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu tindakannya adalah memaksa warga kekaisaran untuk menganut Katolik, meskipun kebebasan beragama telah diberikan sebagai bagian dari Perdamaian Augsburg yang ditandatangani pada 1555.

Namun, dalam perkembangannya, Perang Tiga Puluh Tahun tidak hanya tentang agama, tetapi juga persaingan penguasa Wangsa Habsburg yang berusaha memperluas kendalinya di Eropa.

Setelah Kaisar Ferdinand II mengeluarkan dekrit tentang pemaksaan agama Katolik, bangsawan Bohemia, saat ini termasuk wilayah Austria dan Republik Ceko, dengan tegas menolak.

Halaman:


Sumber History
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia

Pengakuan PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia

Stori
Dampak Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Usmani

Dampak Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Usmani

Stori
Biografi Imam Malik bin Anas, Pendiri Mazhab Maliki

Biografi Imam Malik bin Anas, Pendiri Mazhab Maliki

Stori
Dampak Dikeluarkannya Supersemar

Dampak Dikeluarkannya Supersemar

Stori
Biografi As'ad Humam, Penemu Iqro

Biografi As'ad Humam, Penemu Iqro

Stori
Kesultanan Utsmaniyah: Sejarah, Sultan, Kejayaan, dan Keruntuhan

Kesultanan Utsmaniyah: Sejarah, Sultan, Kejayaan, dan Keruntuhan

Stori
Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu

Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu

Stori
Asal-usul Nama dan Sejarah Kota Ambon

Asal-usul Nama dan Sejarah Kota Ambon

Stori
Mohammad Djamil, Dokter Pejuang Kemerdekaan dan Kemanusiaan

Mohammad Djamil, Dokter Pejuang Kemerdekaan dan Kemanusiaan

Stori
Sejarah Singkat Kekaisaran Kushan

Sejarah Singkat Kekaisaran Kushan

Stori
Strategi Dakwah Wali Songo

Strategi Dakwah Wali Songo

Stori
Sejarah Berdirinya Taj Mahal

Sejarah Berdirinya Taj Mahal

Stori
Toleransi Antarumat Beragama pada Masa Kerajaan Majapahit

Toleransi Antarumat Beragama pada Masa Kerajaan Majapahit

Stori
Tragedi Kebakaran Mal Klender 1998

Tragedi Kebakaran Mal Klender 1998

Stori
Misteri Pembunuhan Ditje, Peragawati Terkenal Era Orde Baru

Misteri Pembunuhan Ditje, Peragawati Terkenal Era Orde Baru

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.