Windy Cantika, Lifter 17 Tahun yang Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Kompas.com - 04/02/2020, 20:30 WIB
Atlet angkat besi Indonesia Windy Cantika Aisah (menggigit medali seusai upacara penganugerahan medali pertandingan Angkat Besi 49Kg Wanita SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin (2/12/19). Windy Cantika Aisah berhasil meraih medali emas disusul Phyo Pyae Pyae (kiri) dari Myanmar meraih medali perak dan Ngo Thi Quyen (kanan) meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANAAtlet angkat besi Indonesia Windy Cantika Aisah (menggigit medali seusai upacara penganugerahan medali pertandingan Angkat Besi 49Kg Wanita SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin (2/12/19). Windy Cantika Aisah berhasil meraih medali emas disusul Phyo Pyae Pyae (kiri) dari Myanmar meraih medali perak dan Ngo Thi Quyen (kanan) meraih medali perunggu.

KOMPAS.com - Lifter putri Windy Cantika Aisah menjadi salah satu atlet Indonesia yang memastikan diri lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Windy lolos karena termasuk dalam daftar delapan besar atlet yang berhak mendapat tiket ke ajang olahraga multievent terakbar di dunia tersebut.

Ia menempati posisi keenam dalam cabang olahraga (cabor) angkat besi nomor 49 kg.

Baca juga: Menanti Medali Emas dari Eko Yuli di Olimpiade Tokyo 2020

Prestasi terbaiknya ketika SEA Games 2019.

Kala itu, Windy mendapatkan medali emas pada kelas 49 kg putri.

Perempuan kelahiran Bandung, 11 Juni 2002, itu memastikan raihan emas bagi Indonesia dengan snatch 86 kg, clean and jerk 104 kg, dan total angkatan 109 kg.

Itu merupakan penampilan perdana Windy dalam ajang SEA Games.

Catatannya di SEA Games melewati rekor dunia yang juga ditorehkannya dalam Kejuaraan Dunia Junior dan Remaja di Korea Utara pada 19 Oktober 2019.

Saat itu, ia berhasil membukukan snatch 84 kg, clean and jerk 102 kg, dan total angkatan 186 kg.

Baca juga: Lalu Muhammad Zohri, dari Juara Dunia U20 ke Olimpiade Tokyo 2020

Seperti pepatah "Buah Tidak Jatuh Jauh dari Pohonnya", bakat Windy ini datang dari ibunya.

Ibu Windy ialah peraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 1998.

Windy mengisahkan, ia mulai menekuni angkat besi sejak kelas 2 sekolah dasar (SD).

"Waktu itu mama sering ngelatih kakak. Nah, sering diajakin waktu kelas 2 SD. Mama sering bilang, ayo ikut latihan. Ya udah, Cantika ikut, tetapi masih dikasih kaya batang-batang itu, teknik-teknik itu," kata Windy kepada Kompas TV.

Baca juga: 6 Atlet Indonesia yang Sudah Dipastikan Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Harian Kompas, 6 April 2019, memberitakan, sejak kecil ibu Windy sering bercerita tentang pengalamannya ketika menjadi atlet kepada Windy.

"Sebelum saya tidur, ibu bercerita tentang pengalaman-pengalaman di Pelatnas, rasa bangga tampil di kejuaraan, dan pengalaman saat ikut kejuaraan di Amerika Serikat," ucap Windy.

Dongeng itu pun kemudian menginspirasi Windy.

Ketika duduk di kelas 5 SD, ia bergabung di klub angkat besi dan dibina langsung oleh mantan lifter nasional, Maman Suryaman.

Kini, anak ketiga dari tiga bersaudara itu menjadi andalan atlet angkat besi Indonesia dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020, 24 Juli-9 Agustus nanti.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X