The Kobe and Vanessa Bryant Family Foundation, Bukti Kedermawanan Kobe Bryant

Kompas.com - 27/01/2020, 18:20 WIB
Orang-orang berkumpul memberikan penghormatan dan ungkapan belasungkawa untuk mantan bintang NBA Kobe Bryant di plaza LA Live, di depan Staples Center, Los Angeles, Minggu (26/1/2020). Legenda NBA Kobe Bryant dan 8 orang lainnya, termasuk putri Kobe, Gianna Maria Onore atau akrab disapa Gigi diberitakan tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter di California, AS. AFP/FREDERIC J BROWNOrang-orang berkumpul memberikan penghormatan dan ungkapan belasungkawa untuk mantan bintang NBA Kobe Bryant di plaza LA Live, di depan Staples Center, Los Angeles, Minggu (26/1/2020). Legenda NBA Kobe Bryant dan 8 orang lainnya, termasuk putri Kobe, Gianna Maria Onore atau akrab disapa Gigi diberitakan tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter di California, AS.
|

KOMPAS.com - Kobe Bryant semasa hidupnya tak hanya dikenal sebagai pebasket yang banyak menorehkan prestasi untuk LA Lakers, satu-satunya klub yang dibela sepanjang kariernya.

Namun, pebasket yang identik dengan nomor 24 itu juga memiliki kontribusi juga di bidang sosial.

Pada 2007 lalu, Kobe Bryant dan keluarga mendirikan sebuah yayasan bernama VIVO Foundation atau sekarang dikenal dengan Kobe & Vanessa Bryant Family Foundation.

Yayasan tersebut aktif memberikan beasiswa untuk pemuda dari keluarga yang tidak mampu untuk bersekolah di akademi basket Kobe Bryant.

Baca juga: Kobe Bryant dalam Angka, Bukti Kuat Sang Legenda

Bukan hanya itu, yayasan tersebut juga terdaftar sebagai donatur pendirian Museum Nasional Afrika-Amerika dengan menyumbangkan USD 1 juta (sekitar Rp 13,5 miliar) pada 2016 lalu.

"Aku akan memberitahumu apa yang membuatku lebih dari apa pun adalah ingatanku tentang Kobe datang ke semua acara pembukaan di sekitar museum dan fakta bahwa ia begitu murah hati," kata Lonnie Bunch, sekretaris lembaga pendidikan dan riset Smithsonian.

Pada Minggu (26/1/2020) waktu setempat, para pengunjung merasa bersedih karena telah kehilangan sosok pebasket panutan yang juga seorang ikon budaya Afrika-Amerika.

Baca juga: Kobe Bryant Meninggal, Dunia Tenis Turut Berduka

"Sebagai orang Afrika-Amerika, saat Anda melalui museum, ada perasaan yang Anda rasakan itu terkait dengan emosi Anda, dan kemudian Anda mendengar berita tentang seseorang seperti Kobe Bryant," kata salah satu pengujung, Shaanon Maney.

"Putrinya, Gigi, turut berpulang dan itu hanya menyedihkan," lanjut Shannon.

Beberapa pernak-pernik Bryant dipamerkan di museum, termasuk jersey dan foto-fotonya pada musim 2002.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.