Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berciuman Jadi Hal yang Berbahaya di Zaman Batu, Kok Bisa?

Kompas.com - 19/03/2024, 12:00 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Zaman Batu adalah masa yang sulit untuk dijalani.

Manusia purba yang hidup kala itu harus menghadapi predator ganas, cuaca yang tak kenal ampun, dan perjuangan terus-menerus untuk mendapatkan makanan.

Baca juga: Orang Zaman Batu Sudah Bikin Bubur, Seperti Apa?

Tapi selain itu ada juga ancaman mematikan berupa keracunan bakteri dari makanan, air tercemar, dan ciuman.

Kenapa bisa begitu?

Bakteri di Zaman Batu

Mengutip IFL Science, Kamis (14/3/2024) dalam sebuah studi baru, para ilmuwan di Universitas Stockholm dan Museum Sejarah Alam Swedia mengamati mikroba patogen yang beredar di Skandinavia pada Zaman Batu.

Mereka melakukan ini dengan menganalisis mikrobioma dari 38 individu, beberapa dari komunitas pemburu-pengumpul kuno dan lainnya dari pemukiman pertanian Neolitikum.

Secara total, mereka mengidentifikasi 660 spesies mikroba.

Beberapa bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Yersinia enterocolitica dan Salmonella enterica.

Dua bakteri tersebut umumnya dikaitkan dengan keracunan makanan akibat daging kurang matang atau makanan yang terkontaminasi tinja.

Selama Zaman Batu, ribuan tahun sebelum antibiotik dan pengobatan modern, keracunan makanan tentu menjadi hal yang menyusahkan.

Dalam studi ini, peneliti juga menemukan manusia purba terinfeksi Yersinia pestis, bakteri penyebab wabah.

Baca juga: Ahli Temukan Struktur Zaman Batu, Lebih Tua dari Piramida Mesir

"Semakin banyak orang yang berinteraksi, makin besar pula peluang untuk saling menularkan," kata Anders Götherström, salah satu penulis penelitian dan profesor arkeologi molekuler di Universitas Stockholm.

"Namun meski kita menemukan bakteri yang berpotensi menginfeksi orang seperti Yersinia pestis, infeksi yang menyebar melalui makananlah yang paling menonjol dalam penelitian ini,” katanya lagi.

Ciuman berbahaya

Tapi tidak cukup sampai di situ.

Bakteri umum lainnya yang ditemukan di antara sampel adalah Neisseria meningitidis, spesies bakteri yang menyebabkan penyakit meningokokus.

Baca juga: Manusia Purba Neanderthal Gunakan Lem untuk Buat Peralatan

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com