Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Bahayanya jika Tidak Pernah Mencuci Bantal?

Kompas.com - 28/02/2024, 11:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber Healthline

KOMPAS.com - Seprai dan selimut harus dicuci secara rutin untuk menghilangkan kotoran dan bau tidak sedap yang menempel. Namun, apakah Anda juga rajin mencuci bantal?

Kita tidur sekitar 8 jam setiap malam, berarti kita menghabiskan waktu selama itu dengan kepala di atas bantal.

Oleh karena itu, bantal cenderung menumpuk debu, tungau debu, jamur, keringat, air liur, dan minyak alami dari tubuh.

Jadi, apa bahayanya jika tidak pernah mencuci bantal?

Mencuci sarung bantal merupakan salah satu cara untuk menjaga kebersihan area tidur. Namun, sarung bantal yang bersih tidak akan berfungsi optimal jika bantal belum dicuci.

Bahkan, sarung bantal yang sering dicuci pun memiliki pori-pori, sehingga tidak akan melindungi bantal dari penumpukan kotoran dan bakteri seiring berjalannya waktu. Itu sebabnya, penting juga untuk mencuci bantal itu sendiri.

Baca juga: Mana Lebih Sehat, Tidur dengan Bantal atau Tidak? Begini Kata Ahli

Menurut penelitian tahun 2018, debu, tungau debu, jamur, keringat, air liur, dan minyak alami dari tubuh, yang menempel pada bantal dapat menyebabkan iritasi pernapasan atau reaksi alergi, terutama jika seseorang sudah rentan terhadap alergi.

Satu hal yang perlu diingat, bantal mungkin menumpuk kotoran dan alergen dalam tingkat yang berbeda-beda, bergantung pada bahan pembuatannya. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2021, bantal dapat menahan kotoran dan tungau debu dengan lebih efektif jika terbuat dari:

  • Busa lateks
  • Busa memori
  • Gel
  • Bahan hipoalergenik

Meskipun beberapa orang mengklaim bantal bulu dan bulu angsa mengandung banyak kotoran dan tungau debu, penelitian pada tahun 2021 menemukan bahwa bantal bulu angsa tampaknya mengandung lebih sedikit tungau debu dibandingkan bantal yang terbuat dari wol.

Selain itu, penelitian tahun 2015 menyarankan bantal bulu karena dianggap mengumpulkan lebih sedikit debu dibandingkan beberapa pilihan sintetis. Sementara itu, bantal yang terbuat dari bahan sintetis, seperti poliester, dapat menumpuk lebih banyak debu sehingga perlu lebih sering dibersihkan.

Baca juga: Inilah Dampaknya Apabila Tidak Pernah Mencuci Sandal

Seberapa sering bantal harus dicuci?

Sebagai aturan umum, kita mungkin perlu mencuci bantal setidaknya beberapa kali setiap tahun. Bergantung pada jenis bantal, ada beberapa pedoman berbeda terkait cara membersihkannya.

Bantal yang terbuat dari banyak bahan sintetis lebih cepat menumpuk debu. Namun, karena lebih mudah dicuci, kita bisa mencucinya lebih sering.

Bantal lain, seperti berbahan gel atau busa memori, mungkin perlu lebih jarang dicuci atau dibersihkan saja.

Apa pun jenis bantal yang kita miliki, sebagian besar ahli sepakat bahwa kita harus menggantinya setelah pemakaian beberapa lama.

Bantal berkualitas lebih tinggi mungkin lebih mahal, tapi cenderung lebih tahan terhadap debu dan bertahan lebih lama. Kita mungkin hanya perlu mengganti bantal lateks, soba, atau busa memori tahan debu setiap 3 hingga 4 tahun.

Meskipun lebih murah dan mudah dibersihkan, bantal sintetis juga cenderung kurang tahan lama, sehingga kita mungkin perlu lebih sering menggantinya. Kita mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengganti bantal sintetis, seperti yang terbuat dari poliester, setiap 6 bulan hingga 2 tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Healthline
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com