Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Terjadi jika Tidak Ada Tahun Kabisat?

Kompas.com - 26/02/2024, 18:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Tahukah Anda bahwa Bumi sebenarnya memakan waktu sekitar 365 seperempat hari untuk menyelesaikan satu rotasi?

Setelah empat tahun, sisa jam tersebut menjadi satu hari penuh. Pada tahun kabisat, kita menambahkan hari ekstra ini ke bulan Februari, menjadikannya 29 hari. Dengan demikian, tahun kabisat membantu menjaga kalender 12 bulan tetap selaras dengan pergerakan Bumi mengelilingi matahari.

Apa yang terjadi jika tidak ada tahun kabisat?

Gagasan mengejar ketertinggalan tahunan ini sudah ada sejak zaman Romawi kuno, ketika masyarakat mempunyai kalender dengan 355 hari yang didasarkan pada siklus dan fase bulan.

Mereka memperhatikan bahwa kalender mereka tidak sinkron dengan musim, jadi mereka mulai menambahkan satu bulan tambahan, yang mereka sebut Mercedonius, setiap dua tahun untuk mengejar hari-hari yang hilang.

Baca juga: Sejak Kapan Tahun Kabisat Mulai Digunakan?

Pada tahun 45 SM, Kaisar Romawi Julius Caesar memperkenalkan kalender matahari berdasarkan kalender yang dikembangkan di Mesir. Setiap empat tahun sekali, bulan Februari mendapat satu hari tambahan agar kalender tetap sejalan dengan perjalanan Bumi mengelilingi matahari. Untuk menghormati Kaisar, sistem ini masih dikenal sebagai kalender Julian.

Tetapi, itu bukanlah perubahan terakhir. Seiring berjalannya waktu, orang-orang menyadari bahwa perjalanan Bumi tidaklah tepat 365,25 hari, tetapi 365,24219 hari, dengan sekitar 11 menit lebih sedikit.

Jadi, menambahkan satu hari penuh setiap empat tahun sebenarnya merupakan koreksi yang lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII menandatangani perintah yang melakukan sedikit penyesuaian. Masih akan ada tahun kabisat setiap empat tahun, kecuali pada tahun "abad", yakni tahun yang habis dibagi 100, seperti tahun 1700 atau 2100 – kecuali tahun tersebut juga habis dibagi 400.

Kemudian, penyesuaian ini membuat kalender menjadi lebih akurat, dan sejak saat itu, kalender ini dikenal sebagai kalender Gregorian.

Baca juga: Sejarah Awal Mula Kalender China Penentu Tahun Baru Imlek

Dengan demikian, jika kalender tidak melakukan koreksi kecil setiap empat tahun, secara bertahap, kalender akan menjadi tidak selaras dengan musim.

Selama berabad-abad, hal ini dapat menyebabkan titik balik matahari dan ekuinoks terjadi pada waktu yang berbeda dari perkiraan. Cuaca musim dingin mungkin sesuai dengan kalender yang menunjukkan musim panas, dan petani mungkin bingung kapan harus menanam benih.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com