Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/12/2022, 10:05 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah menjadi pengalaman yang menyedihkan, sekaligus tak menyenangkan bagi semua orang.

Namun ancaman terbesar kesehatan masyarakat bukan hanya timbul karena virus corona.

Sebuah studi terbaru membeberkan bagaimana karantina wilayah atau lockdown berpengaruh pada otak remaja.

Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Otak

Dalam studi terungkap, remaja yang dipindai otaknya setelah periode lockdown yang lama menunjukkan penuaan otak yang lebih cepat dibandingkan dengan remaja yang dipindai sebelum pandemi.

"Kami sudah tahu dari penelitian global, bahwa pandemi telah berdampak buruk pada kesehatan mental di masa muda. Tetapi kami tak tahu pengaruhnya secara fisik pada otak mereka," kata Ian Gotlib, penulis studi ini.

Mengutip IFL Science, Rabu (7/12/2022) dalam studi ini, peneliti membandingkan pemindaian otak dari 82 remaja yang dilakukan pada Maret 2022 dengan otak 81 remaja yang dipindai sebelum pandemi. Peneliti melihat sesuatu yang mencolok.

"Kami menemukan, bahwa kaum muda pasca pandemi memiliki masalah kesehatan mental yang lebih parah, ketebalan kortikal yang berkurang, volume hipokampus dan amigdala yang lebih besar, serta usia otak yang lebih tua," tulis para peneliti.

Biasanya, ukuran hipokampus dan amigdala membesar selama masa remaja, sedangkan korteks menipis.

Namun, proses yang terjadi pada remaja selama lockdown menunjukkan percepatan perkembangan otak yang mengkhawatirkan.

"Tampaknya pandemi tak hanya berdampak buruk pada kesehatan mental remaja, tetapi juga mempercepat pematangan otak mereka," tambah peneliti.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+