Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/11/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Sebuah penelitian menunjukkan kembang api dapat menyebabkan stres pada burung di alam liar. Hasil tersebut didapat setelah para peneliti melakukan studi terhadap angsa Greylag di Austria.

Dalam studi itu, para peneliti memasang pemancar sementara ke 20 angsa Greylag liar di Almsee, sebuah danau di Austria Atas. Wilayah tersebut berdekatan dengan desa-desa yang mengadakan pertunjukan kembang api tengah malam untuk menandai tahun baru.

Mengutip Independent, Jumat (4/11/2022); pemancar merekam detak jantung dan suhu tubuh burung yang merupakan ukuran stres fisiologis.

Penelitian mencatat bahwa rata-rata detak jantung angsa meningkat sebesar 96%, dari 63 menjadi 124 detak per menit dari tengah malam hingga pukul 1 dini hari. Sedangkan suhu tubuh rata-rata mereka meningkat 3% (dari 38°C menjadi 39°C) dalam periode waktu yang sama.

Baca juga: Spesies Burung Hantu Baru Ditemukan di Afrika, Punya Suara Unik

Antara pukul 01.00 dan 02.00, setelah kembang api berakhir, detak jantung rata-rata angsa masih 31% di atas normal, sementara suhu tubuh rata-rata tetap 3% lebih tinggi dari biasanya.

Butuh sekitar lima jam bagi angsa untuk memulihkan suhu tubuh normal yang terlihat pada pada pukul 5 pagi pada tanggal 1 Januari.

Angsa GreylagWikimedia Commons Angsa Greylag

Angsa liar dalam penelitian ini adalah bagian dari populasi penduduk di Almsee dan para peneliti tidak menemukan bukti bahwa usia memengaruhi respons fisiologis mereka, yang menunjukkan bahwa angsa tidak menjadi peka terhadap kembang api dari waktu ke waktu.

“Penelitian ini adalah salah satu studi ilmiah pertama yang memeriksa apakah kembang api mengganggu satwa liar, kata penulis utama Dr Claudia Wascher, Associate Professor di School of Life Sciences di Anglia Ruskin University.

Baca juga: Jenis-jenis Burung Kenari, Apa Saja?

Ada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa kembang api dapat menyebabkan kecemasan pada hewan peliharaan, misalnya pada anjing. Namun, sedikit penelitian yang dilakukan tentang bagaimana hewan di alam liar merespons kembang api.

Di Austria sendiri, kembang api malam tahun baru dimulai pada tengah malam dan berlangsung selama beberapa menit.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Ikan Bisa Tenggelam?

Apakah Ikan Bisa Tenggelam?

Oh Begitu
Benarkah Kucing Bisa Memprediksi Cuaca?

Benarkah Kucing Bisa Memprediksi Cuaca?

Oh Begitu
Apakah Paus Pembunuh Memiliki Gigi?

Apakah Paus Pembunuh Memiliki Gigi?

Oh Begitu
5 Ikan Paling Mematikan di Dunia

5 Ikan Paling Mematikan di Dunia

Oh Begitu
4 Jenis Teh Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan

4 Jenis Teh Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan

Oh Begitu
Kenapa Manusia Bisa Merasa Bosan?

Kenapa Manusia Bisa Merasa Bosan?

Kita
Kenapa Gempa Turkiye Begitu Kuat dan Tergolong Langka?

Kenapa Gempa Turkiye Begitu Kuat dan Tergolong Langka?

Fenomena
Bagaimana Taring Ular Berevolusi?

Bagaimana Taring Ular Berevolusi?

Oh Begitu
Apakah Pergi Keluar dengan Rambut Basah Bisa Bikin Flu?

Apakah Pergi Keluar dengan Rambut Basah Bisa Bikin Flu?

Kita
Kenapa Gempa Turkiye Begitu Merusak dan Mematikan?

Kenapa Gempa Turkiye Begitu Merusak dan Mematikan?

Oh Begitu
Anak Batuk Setiap Hujan, Apakah Perlu Minum Obat Alergi?

Anak Batuk Setiap Hujan, Apakah Perlu Minum Obat Alergi?

Kita
Bagaimana Cara Tubuh Memproduksi ASI?

Bagaimana Cara Tubuh Memproduksi ASI?

Oh Begitu
Infeksi Amoeba Pemakan Otak Berhasil Diobati dengan Obat Ini

Infeksi Amoeba Pemakan Otak Berhasil Diobati dengan Obat Ini

Oh Begitu
Apa Itu Obat Demam Praxion yang Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut Anak?

Apa Itu Obat Demam Praxion yang Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut Anak?

Oh Begitu
Apakah Makan Roti Gandum Utuh Bisa Menurunkan Berat Badan?

Apakah Makan Roti Gandum Utuh Bisa Menurunkan Berat Badan?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+