KOMPAS.com - Piramida ekologi yang disusun berdasarkan ukuran tubuh organisme adalah piramida biomassa. Biomassa adalah massa kering bahan organik pada suatu makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan, dalam suatu rantai makanan.
Sedikit sulit mendapatkan data yang valid mengenai piramida biomassa karena artinya untuk mengukur biomassa, seluruh berat air pada makhluk hidup harus dikeluarkan. Oleh karena itu, biasanya piramida ini dinyatakan dengan gram per meter persegi atau kilokalori per meter persegi untuk menyatakan volume bahan organik dalam suatu makhluk.
Piramida biomassa menunjukkan alur energi antar tingkat dalam piramida. Hubungan antara tingkat trofik dicontohkan sebagai berikut:
Pada dasar piramida biomassa, terdapat tumbuhan, yaitu pohon, rumput, dan bunga. Tumbuhan berada di dasar piramida karena menyediakan paling banyak biomassa, yaitu sebanyak 9.000 kilokalori per meter persegi per tahun untuk konsumen primer.
Konsumen primer adalah kelompok hewan herbivor, contohnya rusa, kambing, dan kelinci. Mereka menyajikan biomassa sebanyak 900 kilokalori per meter persegi per tahun pada tubuhnya. Tubuh mereka merupakan makanan bagi konsumen sekunder yang berada pada tahap trofik berikutnya.
Konsumen sekunder adalah karnivora yang memakan hewan herbivor. Contohnya adalah katak yang memakan serangga, rubah yang memakan tupai, dan hewan lainnya. Biomassa yang tersedia, yaitu tubuh konsumen itu sendiri, untuk tahap berikutnya semakin sedikit, yaitu sekitar 90 kilokalori per meter persegi per tahun.
Puncak piramida diduduki oleh konsumen tersier dimana didominasi oleh predator bertubuh besar, contohnya harimau dan beruang. Biasanya predator berjumlah jauh lebih sedikit dalam suatu ekologi sehingga menjadi suplai biomassa yang terbatas untuk lingkungannya.
Perbedaan keduanya terletak dari hubungan yang ditampilkan. Rantai makanan lebih fokus menggambarkan hubungan predasi antar makhluk dalam suatu habitat. Sedangkan piramida biomassa menunjukkan biomassa pada setiap tingkatan trofik pada rantai makanan.
Sayangnya, piramida biomassa bukan cara yang akurat untuk menggambarkan energi yang ada pada ekosistem. Hal ini disebabkan biomassa yang tersedia dari setiap makhluk hidup, tidak semuanya dapa dikonsumsi.
Misalnya, tanduk rusa dan paruh burung. Walaupun keduanya termasuk ke dalam biomassa, namun keduanya tidak bisa dihitung sebagai makanan.
Baca juga: Penyusun Piramida Makanan dan Posisi Manusia di Dalamnya
Terdapat fakta unik dari piramida biomassa pada kehidupan akuatik. Piramida biomassa yang melibatkan makhluk laut terbalik, yaitu produsen memiliki jumlah biomassa paling sedikit. Sebaliknya, konsumen sekunder dan tersier memiliki biomassa yang paling banyak.
Hal ini disebabkan oleh populasi fitoplankton di lautan. Fitoplankton mendominasi populasi di lautan karena kemampuannya bereproduksi dengan cepat. Oleh karena itu, plankton menjadi salah satu makanan utama dari ikan-ikan yang lebih besar. Walaupun begitu, waktu hidup plankton sangat pendek.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.