Ahli Temukan Spesies Predator Baru, Hidup di Eropa 12 Juta Tahun Lalu

Kompas.com - 26/06/2022, 10:02 WIB

KOMPAS.com - Fosil rahang bawah seekor hewan berhasil menjadi petunjuk bagi para ahli untuk mengungkap keberadaan spesies predator baru yang hidup di Eropa jutaan tahun lalu.

Melalui fosil rahang itu, tim ahli paleontologi internasional yang dipimpin oleh Bastien Mennecart dari Museum Sejarah Alam Besel kemudian mendeskirpsikan predator besar yang termasuk dalam kelompok karnivora yang dikenal sebagai anjing beruang.

Hewan itu mampu tumbuh hingga seberat sekitar 320 kilogram dan muncul 36 juta tahun yang lalu sebelum punah sekitar 7,5 juta tahun yang lalu.

Seperti dikutip dari Phys, Sabtu (25/6/2022) berdasarkan analisis peneliti menyimpulkan rahang bawah fosil karnivora yang ditemukan di Pyrenees-Atlantiques di barat daya Prancis ini merupakan spesies baru.

Hal tersebut terlihat dari gigi geraham bawah keempat yang unik. Gigi ini sangat penting untuk menentukan spesies dan genera.

Baca juga: Hiu Megalodon di Puncak Rantai Makanan Juga Memangsa Predator Lain

"Tulang rahangnya mencolok karena giginya. Hewan ini memiliki gigi premolar keempat bawah yang unik," ungkap Bastien Mennecart, paleontolog dari Museum Sejarah Alam Besel menjelaskan temuan fosil spesies baru predator

Peneliti pun kemudian menyebut spesies baru ini dengan Tartarocyon cazanavei.

Nama tersebut berasal dari Tartaro, raksasa bermata satu yang besar, kuat, dari mitologi Basque.

Spesies diperkirakan hidup di tempat yang sekarang disebut Prancis antara 12,8 dan 12 juta tahun yang lalu.

Predator mirip anjing

Analisis fosil spesies predator baru dari Eropa ini menunjukkan rahang bawah yang membatu itu dapat diklasifikasikan sebagai pemangsa yang menyerupai persilangan antara beruang dan anjing besar, dikenal sebagai anjing beruang yang memiliki nama ilmiah Amphicyonidae.

Baca juga: Dinosaurus Predator Ini Ditemukan di Argentina Disebut Megaraptor Terbesar di Dunia

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Fenomena
Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Oh Begitu
Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Fenomena
Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.