Kompas.com - 29/05/2022, 11:35 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com - Pendarahan atau hemoragi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kehilangan darah.

Hemoragi bisa merujuk pada kehilangan darah di dalam tubuh, yang disebut pendarahan internal, atau kehilangan darah di luar tubuh, yang disebut pendarahan eksternal. Pendarahan internal terjadi ketika darah bocor keluar melalui pembuluh darah atau organ yang rusak. 

Sementara itu, pendarahan eksternal terjadi ketika darah keluar melalui luka di kulit.

Kehilangan darah dari jaringan yang berdarah juga dapat terlihat ketika darah keluar melalui lubang di dalam tubuh, seperti mulut, vagina, dubur, dan hidung.

Penyebab hemoragi

Hemoragi adalah kondisi yang umum. Berbagai insiden atau kondisi dapat menyebabkan pendarahan. 

Baca juga: Ciri-ciri Pendarahan Keguguran dan Perbedaannya dengan Menstruasi

Dilansir dari Healthline, berikut adalah kemungkinan penyebab hemoragi yang umum:

1. Pendarahan traumatis

Cedera dapat menyebabkan perdarahan traumatis. Cedera traumatis bervariasi dalam tingkat keparahannya.

Jenis cedera traumatis yang umum di antaranya adalah lecet yang tidak menembus terlalu jauh di bawah kulit, hematoma atau memar, luka tusukan dari benda-benda seperti jarum, paku, atau pisau, dan luka tembak.

2. Hemoragi akibat kondisi medis tertentu

Ada juga beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan hemoragi.

Hemoragi karena kondisi medis lebih jarang terjadi daripada pendarahan traumatis.

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan pendarahan adalah hemofilia, leukemia, penyakit hati, pendarahan menstruasi yang berat, trombositopenia, dan lain-lain.

Baca juga: Belajar dari Kondisi Tukul Arwana, Berapa Lama Proses Penyembuhan Pendarahan Otak?

3. Hemoragi akibat obat

Beberapa obat dan perawatan tertentu dapat meningkatkan kemungkinan mengalami hemoragi.

Dokter akan memperingatkan pasiennya tentang hal ini ketika mereka pertama kali meresepkan terapi. 

Dokter juga akan memberi tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi pendarahan.

Obat-obatan yang mungkin bertanggung jawab untuk hemoragi adalah pengencer darah, antibiotik yang digunakan untuk jangka panjang, terapi radiasi, dan lain-lain.

Kapan harus ke dokter?

Jika pendarahan parah, segera cari bantuan medis. Bantuan darurat dibutuhkan jika mencurigai adanya pendarahan internal. 

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, 5 Gejala Pendarahan Otak yang Sering Diabaikan

Orang yang memiliki gangguan pendarahan atau menggunakan pengencer darah juga harus mencari bantuan medis untuk menghentikan hemoragi.

Berikut adalah gejala hemoragi yang membutuhkan penanganan medis:

  • Mengalami syok atau demam
  • Pendarahan tidak dapat dikontrol menggunakan tekanan
  • Luka membutuhkan tourniquet
  • Pendarahan itu disebabkan oleh cedera serius
  • Luka mungkin perlu dijahit untuk menghentikan pendarahan
  • Ada benda asing tersangkut di dalam luka
  • Luka tampak terinfeksi, seperti bengkak atau keluar nanah berwarna kuning keputihan atau coklat
  • Cedera terjadi karena gigitan dari hewan atau manusia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.