Kompas.com - 19/10/2021, 20:25 WIB
Pembawa acara yang juga komedian Tukul Arwana ditemui usai mengisi acara Konser Ayu Ting Ting Kamu Kamu Kamu di MNC Tower, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (23/8/2017). KOMPAS.com/Dian Reinis KumampungPembawa acara yang juga komedian Tukul Arwana ditemui usai mengisi acara Konser Ayu Ting Ting Kamu Kamu Kamu di MNC Tower, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (23/8/2017).

KOMPAS.com - Kondisi kesehatan komedian Tukul Arwana pasca mengalami pendarahan otak berangsur pulih. Tukul bahkan sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), setelah menjalani perawatan sejak 22 september 2021.

Seperti telah diberitakan Kompas.com sebelumnya, dokter RS PON mengatakan, pendarahan otak yang dialami Tukul kemungkinan disebabkan karena hipertensi yang tidak terkontrol.

Asisten Tukul Rizki Kimon mengatakan, meski sudah diperbolehkan pulang ke rumah, Tukul masih belum begitu lancar berkomunikasi. Ia masih menggunakan bahasa isyarat sebagai pengganti lisannya.

Baca juga: Tukul Arwana Pendarahan Otak, Apa Penyebab dan Gejala yang Harus Diwaspadai?

Selain itu, Tukul juga masih sering merasa tubuhnya lemas dan kaku.

Terkait pendarahan otak, dr. Subrady Leo Soetjipto Soepodo, Sp.BS, Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Pasar Kemis mengatakan, waktu atau durasi kesembuhan seseorang pasca pendarahan otak bervariasi, tergantung dari jumlah jaringan otak yang dapat diselamatkan.

Untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami pendarahan otak, dokter harus mengontrol kembali tekanan darah dan menyelamatkan organ yang ada di dalam tubuh pasien.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami harus memastikan pendarahan yang terjadi pada pasien dapat berhenti atau membeku, agar tidak terjadi pendarahan besar,” ujar dr. Subrady.

Lebih lanjut ia mengatakan, proses penyembuhan pendarahan otak bersifat bertahap dan tahapan penyembuhan antar pasien biasanya berbeda-beda, tergantung dari organ tubuh yang mengalami gagal fungsi dan kondisi pasien.

Hal tersebut sama seperti proses terjadinya pendarahan otak yang tidak terjadi secara tiba-tiba, kecuali pada seseorang yang mengalami kecelakaan.

Proses terjadinya pendarahan otak juga bervariasi. Ada yang hitungan hari, bulan, atau tahun. Ini tergantung gejala yang dirasakan dan apakah orang tersebut mengabaikannya atau tidak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.