Kompas.com - 28/05/2022, 17:32 WIB

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau adanya bibit siklon tropis 92S di Samudra Hindia barat daya Banten.

Tepatnya, bibit siklon tersebut berada di 12,8 derajat LS dan 103,4 derajat BT, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1007.8 mb.

Citra satelit Himawari-8 kanal IR dalam 12 jam terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas awan konvektif di sekitar sistem.

Data angin perlapisan memperlihatkan adanya sirkulasi di lapisan permukaan hingga lapisan menengah, namun masih melebar di lapisan 700 hPa.

Kondisi lingkungan di sekitar bibit ini tumbuh, yaitu suhu muka laut hangat (28-29 derajat celcius), vortisitas sedang di lapisan 850 mb, kelembaban tinggi di lapisan bawah hingga menengah, konvergensi di lapisan bawah lemah, divergensi lapisan atas lemah, dan shear vertical kuat (30-40 kt).

Berdasarkan model NWP dalam 48 jam ke depan menunjukkan bibit siklon 92S akan sedikit meningkat intensitasnya seiring pergerakannya ke arah tenggara.

Baca juga: 2 Bibit Siklon di Filipina dan China Bisa Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

Namun, BMKG menjelaskan bahwa potensi sistem atau bibit siklon 92Sini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah.

Dampak bibit siklon pada cuaca Indonesia

Bibit siklon 92S berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan.

Beberapa wilayah akan mengalami hujan sedang hingga lebat, seperti provinsi Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Sementara itu, angin kencang dengan kecepatan lebih dari 25 knot berpotensi terjadi di wilayah provinsi Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.

Bibit siklon ini turut berpengaruh terhadap tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Indonesia. Gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian utara.

Sementara itu, bibit siklon 92S juga berpotensi menyebabkan gelombang tinggi 2,5-4 meter di Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, serta perairan selatan Banten dan Jawa Barat.

Baca juga: Bibit Siklon 91B dan Dua Potensi Bibit Siklon Terpantau di Indonesia, Ini Dampaknya!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.