Kompas.com - 28/05/2022, 10:32 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com - Mesosfer adalah lapisan ketiga atmosfer Bumi, yang berada tepat di atas stratosfer dan di bawah termosfer.

Lapisan mesosfer membentang dari sekitar 50 hingga 85 km di atas planet Bumi.

Suhu menurun dengan ketinggian di seluruh mesosfer. Suhu terdingin di atmosfer Bumi, sekitar -90 derajat Celcius, ditemukan di dekat bagian atas lapisan Mesosfer.

Lapisan mesosfer

Dilansir dari University Corporation for Atmospheric Research (UCAR), berikut adalah fakta-fakta lapisan mesosfer.

  • Batas mesosfer

Batas antara mesosfer dan termosfer disebut mesopause. Di bagian bawah mesosfer adalah stratopause, batas antara mesosfer dan stratosfer.

Baca juga: Stratosfer, Lapisan Atmosfer Bumi yang Memiliki Udara Sangat Tipis

  • Mesosfer sulit dipelajari

Mesosfer sulit dipelajari, sehingga lebih sedikit yang diketahui tentang lapisan atmosfer ini dibandingkan lapisan lainnya. 

Balon cuaca dan pesawat lain tidak dapat terbang cukup tinggi untuk mencapai mesosfer. 

Satelit mengorbit di atas mesosfer dan tidak dapat secara langsung mengukur sifat-sifat lapisan ini. Para ilmuwan menggunakan instrumen pada roket yang berbunyi untuk mengambil sampel mesosfer secara langsung, tetapi penerbangan semacam ini singkat dan jarang. 

Karena sulit untuk mengukur mesosfer secara langsung menggunakan instrumen, banyak hal tentang mesosfer masih misterius.

  • Meteor menguap di mesosfer

Sebagian besar meteor menguap di mesosfer. Beberapa material dari meteor masih tertinggal di mesosfer, menyebabkan lapisan ini memiliki konsentrasi besi dan atom logam lain yang relatif tinggi.

Baca juga: Eksosfer, Lapisan Atmosfer Bumi yang Terluar

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Contoh Sendi Pelana dan Cara Kerjanya

Contoh Sendi Pelana dan Cara Kerjanya

Kita
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.