Kompas.com - 19/05/2022, 19:05 WIB

KOMPAS.com - Para wanita harus tahu bahwa penggunaan atau pemakaian sabun antiseptik untuk membersihkan vagina, justru berisiko bikin Miss V berbau.

Meskipun iklan ajakan menggunakan produk sabun yang mengandung antiseptik untuk membersihkan vagina semakin banyak di berbagai platform media, jangan mudah tergiur dan mencoba semua jenis produk tersebut.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di IORA Dermatology Clinic, dr Edwin Tanihaha SpKK MHKes FKCCS menegaskan, penggunaan produk antiseptik untuk vagina lebih cenderung memicu terjadinya berbagai permasalahan pada Miss V.

Baca juga: 7 Jenis Aroma Vagina dan Penyebabnya, Mana yang Normal?

Edwin menyampaikan, membersihkan area kewanitaan atau vagina memang menjadi hal yang sangat penting, tetapi ia tidak menyarankan untuk menggunakan produk-produk antiseptik untuk membersihkan vagina.

Ia menambahkan, tidak disarankannya penggunaan pembersih antiseptik vagina dikarenakan risiko mengganggu flora normal di vagina, yang bisa meningkatkan risiko timbulnya keputihan.

“Kandungan triclosan dalam sabun antibakteri berisiko dapat membunuh flora normal vagina (bakteri baik) di vagina,” kata Edwin kepada Kompas.com, Selasa (17/5/2022).

Saat bakteri-bakteri baik di vagina ini habis, maka ini akan mengganggau tingkat pH vagina, serta berisiko membuat kulit area tersebut lebih sensitif.

“Tingkat pH vagina sekitar 3.5 - 4.5. Kebanyakan sabun (antiseptik vagina) memiliki tingkat pH di atas 8,” jelasnya.

“Menggunakan pembersih vagina antiseptik yang berlebihan, bisa menimbulkan keputihan. Salah satunya karena adanya kandungan triclosan,” imbuhnya.

Baca juga: 4 Kebiasaan Bikin Miss V Berbau Tidak Sedap, Salah Satunya Jarang Mandi

Untuk mencegah hal itu, Edwin menyarankan, perawatan atau pembersihan area vagina dengan menggunakan sabun hipoalergenik yang memiliki tingkat ph 4.5 - 5.5.

Seperti diketahui, keputihan yang berlebihan dan tidak ditangani segera bisa sangat menganggu dan menimbulkan bau tidak sedap pada vagina.

Pada normalnya, vagina atau Miss V seorang wanita memiliki sedikit aroma. Namun, jika aromanya berlebihan dan terlalu kuat, artinya ada kondisi salah yang harus dicari tahu.

Bau tidak sedap pada vagina bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut, yakni infeksi jamur kulit, trikomoniasis, bakteri vaginosis, kasus keganasan rahim seperti kanker serviks, kanker rahim atau kanker vagina yang dapat mengeluarkan darah atau keputihan berbau tidak sedap.

Baca juga: 5 Tanda Vagina Tidak Sehat, Salah Satunya Nyeri saat Berhubungan Intim

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.