Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Meluas, BRIN Akan Lakukan Identifikasi Cepat Penyakit dan Vaksinasi

Kompas.com - 18/05/2022, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan melakukan identifikasi cepat penyakit dan vaksin yang kompatibel, terhadap wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang saat ini menyebar di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 18 Mei 2022.

Sebagai informasi, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap atau belah.

Baca juga: Ribuan Sapi di Jawa Timur Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku, Apa Itu?

Penyakit ini disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genuss Apthovirus, yakni Aphtaee apizotecae.

PMK merupakan penyakit hewan yang sangat menular, yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, babi, kijang atau rusa, unta dan gajah.

Hewan yang sakit akibat infeksi virus PMK menunjukkan gejala klinis patogonomonik berupak vesikel atau lepyh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku. Bahkan, bisa juga menyebabkan kuku hewan terlepas.

Penyakit ini pernah terjadi di Indonesia sekitar tahun 1887. Kemudian beberapa tahun berikutnya, Indonesia berhasil keluar dari wabah PMK dan dinyatakan bebas PMK pada 1990 oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).

Namun, pada akhir April 2022, kasus penyakit mulut dan kuku kembali menyerang hewan ternak di Indonesia. Sejumlah daerah yang melaporkan kasus PMK yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Lombok, Aceh, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Handoko menjelaskan, dalam merespons wabah penyakit mulut dan kuku yang semakin terus meningkat jumlah kasusnya di Indonesia ini, BRIN pun iktu terlibat dan mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian PMK di Indonesia agar tidak berdampak lebih luas dari kondisi saat ini.

BRIN akan melakukan implementasi deteksi penyakit PMK di Indonesia, studi epidemiologi, mengisolasi, mengkarakterisasi virus PMK dengan melakukan analisis molekuler melalui sekuensing (whole genomen sequencing).

Selain itu, BRIN juga melakukan identifikasi vaksin yang kompatibel dengan virus yang beredar di Indonesia saat ini.

“BRIN melakukan inovasi pengembangan deteksi cepat penyakit PMK melalui pengembangan uji pont care (Lateral flow devices) yang dapat digunakan di lapangan dan pengembangan vaksin,” jelasnya.

Baca juga: Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak Tak Bisa Diobati, tapi Bisa Dicegah

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.