Kabar Baik, Obat Molnupiravir Bisa Tekan Risiko Rawat Inap Covid-19 hingga 50 Persen

Kompas.com - 03/10/2021, 18:31 WIB
Ilustrasi obat Covid-19. Obat molnupiravir yang diproduksi Merck mampu kurangi risiko rawat inap hingga kematian sampai 50 persen. SHUTTERSTOCK/Peter KniezIlustrasi obat Covid-19. Obat molnupiravir yang diproduksi Merck mampu kurangi risiko rawat inap hingga kematian sampai 50 persen.

KOMPAS.com - Obat antivirus molnupiravir yang diproduksi perusahaan farmasi Merck, Sharp & Dohme (MSD) mampu mencegah kemungkinan pasien yang baru didiagnosis Covid-19 dirawat di rumah sakit hingga 50 persen.

Temuan baru yang diumumkan Jumat (1/10/2021) ini diharapkan dapat membantu dokter untuk mengobati orang yang terpapar Covid-19 dan mencegah gejala memburuk.

Dilansir dari Stat News, Jumat (1/10/2021), pemberian obat molnupiravir selama lima hari mampu mengurangi waktu perawatan di rumah sakit dan risiko kematian, dibandingkan dengan menggunakan obat plasebo.

Tim membagi peserta menjadi dua kelompok, yakni kelompok plasebo (yang diberi obat plasebo atau obat palsu sebagai pembanding dalam uji klini) dan kelompok yang diberikan obat molnupiravir.

Baca juga: 6 Khasiat Qusthul Hindi, Herbal yang Disebut sebagai Obat Covid-19

Pada kelompok plasebo, ada 53 pasien atau 14,1 persen yang berakhir dirawat di rumah sakit atau meninggal.

Sementara itu, kelompok pasien Covid-19 yang diberikan obat molnupiravir dan dirawat di rumah sakit atau meninggal ada 28 pasien atau 7,3 persen.

Sejauh pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 21 bulan, para ilmuwan di seluruh dunia terus berusaha menemukan obat oral yang bisa membantu mengobati Covid-19.

Obat lain, termasuk remdesivir Gilead, juga telah terbukti mengurangi risiko rawat inap jika diberikan di awal perjalanan penyakit. Namun, pemberian obat tersebut harus diberikan secara intravena (diberikan langsung ke pembuluh darah menggunakan suntikan jarum).

“Jika obat ini berhasil, itu akan sangat membantu pengobatan Covid-19," kata Andy Pavia, kepala Divisi Penyakit Menular Pediatrik di Universitas Utah.

"Namun masih banyak yang perlu kita ketahui tentang obat ini, termasuk apa ada efek sampingnya? Bagaimana pemberian dosisnya untuk anak-anak atau orang dengan obesitas. Kendati begitu, hasil penelitian ini menarik."

Jika disetujui, molnupiravir dapat memiliki dampak dramatis pada upaya memerangi pandemi.

Merck, Sharp & Dohme (MSD) dan Ridgeback mengatakan, mereka akan meminta izin penggunaan darurat obat molnupiravir dari Food and Drug Administration (FDA) sesegera mungkin dan akan menyerahkannya ke badan pengatur di seluruh dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber STAT News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.