Kompas.com - 03/10/2021, 16:32 WIB
Ilustrasi cuka apel shutterstockIlustrasi cuka apel
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Cuka apel sebagian besar adalah jus apel yang melalui proses fermentasi hingga menghasilkan asam asetat yang menyebabkan aroma yang kuat dan rasa yang asam.

Umumnya, cuka apel digunakan untuk memasak atau sebagai pengawet. Terdapat banyak asam di dalam cuka apel sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara langsung.

Untuk kepentingan kesehatan, biasanya cuka apel dikonsumsi sebanyak 1-2 sendok makan dan dicampur ke dalam air atau teh, sebagaimana dilansir dari WebMD.

Cuka apel telah lama digunakan dalam pengobatan rumahan dan diklaim mampu mengatasi beberapa masalah kesehatan.

Belum banyak penelitian yang mendukung klaim tersebut, namun dalam beberapa tahun terakhir, beberapa peneliti telah menganalisis cuka apel dan kemungkinan manfaatnya.

Baca juga: 5 Khasiat Alpukat yang Telah Terbukti Secara Ilmiah

Khasiat cuka apel

Dilansir dari Healthline, berikut adalah 4 khasiat cuka apel untuk kesehatan menurut sains:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Cuka apel dapat membunuh bakteri

Cuka dapat membunuh patogen, termasuk bakteri. Secara tradisional, cuka kerap digunakan untuk membersihkan dan mendisinfeksi.

Cuka juga merupakan pengawet makanan. Studi menunjukkan bahwa cuka mampu menghambat bakteri seperti E. coli.

2. Cuka apel dapat membantu menurunkan kadar gula darah

Penelitian menunjukkan bahwa cuka apel menawarkan beberapa manfaat untuk gula darah dan kadar insulin.

Sebuah penelitian kecil menunjukkan, cuka apel dapat meningkatkan sensitivitas insulin hingga 34 persen selama mengonsumsi karbohidrat tinggi dan secara signifikan menurunkan gula darah.

Baca juga: 3 Khasiat Buah Tin, Bisa Turunkan Darah Tinggi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

Oh Begitu
Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Oh Begitu
Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Oh Begitu
10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

Oh Begitu
Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Oh Begitu
Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Fenomena
Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Oh Begitu
Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Oh Begitu
Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Fenomena
5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

Oh Begitu
Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Oh Begitu
Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Oh Begitu
Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Oh Begitu
Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.