Kompas.com - 03/08/2021, 10:03 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. Thailand akan campur vaksin Sinovac dan AstraZeneca untuk memberi perlindungan lebih baik dari varian Delta yang sangat menular dan telah memicu lonjakan kasus Covid-19. Shutterstock/myboys.meIlustrasi vaksin Covid-19. Thailand akan campur vaksin Sinovac dan AstraZeneca untuk memberi perlindungan lebih baik dari varian Delta yang sangat menular dan telah memicu lonjakan kasus Covid-19.


KOMPAS.com - Tindakan pengendalian dengan memberikan pelonggaran aturan pada mayoritas masyarakat di dunia untuk tidak vaksin, maka akan berisiko menimbulkan varian baru virus corona yang lebih mematikan.

Hal tersebut ditulis oleh para peneliti dalam jurnal Virulence, dilansir dari Medical News Today, Senin (2/8/2021).

Meskipun vaksin terbukti mengurangi jumlah kematian dan pasien rawat inap di beberapa negara, namun jumlah kasus yang tinggi didukung dengan sejumlah orang yang tidak divaksin tetap dapat mendorong munculnya varian virus baru.

Dr. Cock Van Oosterhout, Ph.D., penulis utama studi dan Profesor Genetika Evolusioner di University of East Anglia berkata, "Karena ini tetap tinggi, ini memungkinkan evolusi lanjutan dari virus, dan itu berisiko, termasuk evolusi varian yang lebih ganas, atau varian yang dapat lolos dari vaksin".

Pelonggaran aturan dapat meningkatan potensi evolusioner adaptif dan risiko strain virus menjadi resisten atau kebal vaksin yang muncul melalui proses antigenic drift.

Antigenic drift mengacu pada mutasi acak yang terjadi terus menerus dalam genom virus yang mampu mengubah protein pada permukaan partikel virus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ilmuwan: Varian Virus Corona yang Bisa Kalahkan Vaksin Saat Ini Akan Muncul

 

Mutasi virus sebagai akibat pelonggaran aturan terkait vaksin ini, selanjutnya akan memicu perubahan setiap protein berpotensi mengganggu kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam mengenali virus corona.

Mutasi virus corona baru akan cenderung mengarah ke varian yang lebih mudah menyebar dan lebih kompetitif dibandingkan yang lain.

Hal ini juga akan mengurangi perlindungan yang diberikan pada orang yang telah terinfeksi atau sudah vaksin.

Akibatnya, terdapat kemungkinan varian virus baru bisa meningkatkan risiko penularan pada anak-anak, pasien dengan penyakit bawaan atau mereka yang tidak dapat menerima vaksin.

Dengan kata lain, pelonggaran aturan terkait vaksin, secara tidak sengaja akan mempromosikan evolusi varian virus corona yang mampu menginfeksi kelompok ini.

Baca juga: Dosis Vaksin Pfizer Ketiga Diklaim Lindungi dari Varian Delta

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.