Kompas.com - 16/06/2021, 20:13 WIB
Ilustasi danger zone pada makanan ShutterstockIlustasi danger zone pada makanan

KOMPAS.com - Membiarkan makanan, baik yang mentah maupun yang matang, pada suhu tertentu ternyata bisa berbahaya bagi tubuh Anda. Suhu tersebut bisa menyebabkan perkembangan berbagai jenis bakteri seperti Staphylococcus aureus, Salmonella enteritidis, dan Escherichia coli.

Bakteri tersebut bisa menyebabkan keracunan makanan pada manusia. Gejala keracunan makanan akibat bakteri tersebut meliputi diare, muntah, keram perut, hingga demam.

Suhu “danger zone”

Dilansir dari Food Safety and Inspection Service by United State Department of Agriculture, yang dimaksud dengan “danger zone” pada makanan adalah rentang suhu ruangan yang berbahaya bagi makanan.

Rentang suhu tersebut adalah 4 sampai 60 derajat Celcius. Pada suhu ini, bakteri mampu berkembang hingga jumlahnya dua kali lipat hanya dalam waktu dua puluh menit saja. Oleh karena itulah rentang suhu ini disebut sebagai “danger zone” atau suhu yang berbahaya.

Baca juga: Bahaya Makan Daging Mentah untuk Kesehatan Tubuh

Bahan makanan mentah

Resiko perkembangan bakteri pada bahan makanan mentah lebih tinggi dibandingkan pada makanan yang sudah matang. Setelah Anda membeli bahan makanan dari supermarket atau pasar, segera masukkan ke dalam kulkas dalam waktu dua jam.

Namun, jika cuaca sangat panas hingga mencapai suhu lebih dari 32 derajat Celcius, maka batas waktu untuk menyimpan makanan sebelum dimasukan ke kulkas hanya satu jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk memastikan semua bakteri di bahan makanan mentah, seperti daging dan ayam, Anda harus memasak bahan tersebut hingga mencapai suhu tertentu. Suhu yang direkomendasikan untuk membunuh bakteri saat memasak daging dan ayam adalah minimal 162 derajat Celcius.

Baca juga: Daging Mentah Tidak Boleh Dicuci, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Menjaga makanan matang dari “danger zone”

Makanan yang tidak boleh berada di rentang suhu tersebut selama lebih dari dua jam. Jika ingin menyimpan makanan di luar kulkas, Anda harus menjaganya tetap hangat pada suhu di atas 60 derajat Celcius. Anda bisa menyimpannya pada wadah dengan penghangat atau di slow cooker.

Jika lebih dari dua jam, segera masukan makanan ke dalam kulkas dalam wadah tertutup. Jika Anda ingin mengonsumsi makanan yang telah didinginkan, Anda bisa menghangatkan makanan tersebut.

Untuk memanaskan makan, Anda harus mencapai suhu setidaknya 73 derajat Celcius hingga makanan panas dengan merata dan beruap.

Baca juga: Bagaimana Cara Simpan Daging Kurban Mentah dan Matang? Ini Kata Ahli

Membawa bekal

Jika Anda membawa bekal ke sekolah atau tempat kerja atau berencana pergi piknik, maka dapat dipastikan bahwa makanan berada di luar kulkas dalam waktu yang lama.

Untuk mengantisipasinya, Anda bisa menggunakan cooling box atau insulated bag untuk menjaga suhu makanan. Selain itu, sekarang juga sudah banyak dijual berbagai model tempat bekal yang bisa menjaga suhu makanan tetap hangat.

Itu dia "danger zone" pada makanan yang perlu Anda waspadai. Sudahkah Anda menyimpan makanan Anda di kulkas?

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X