Kompas.com - 16/06/2021, 19:03 WIB
Ilustrasi varian virus corona Delta. Varian ini pertama kali diidentifikasi di India, sebelumnya dinamai B.1.617.2. Virus corona varian Delta. Shutterstock/angellodecoIlustrasi varian virus corona Delta. Varian ini pertama kali diidentifikasi di India, sebelumnya dinamai B.1.617.2. Virus corona varian Delta.


KOMPAS.com- Lonjakan Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah dipicu oleh penyebaran varian Delta. Varian virus corona Delta mengandung dua mutasi yang menyebabkannya lebih menular dan bisa menghindari atau mengelabui sistem kekebalan.

Baru-baru ini, varian Delta dikonfirmasi berdasarkan penelusuran genom oleh para peneliti genom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah meningkat tajam. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyadari bahwa ada yang ganjal dengan peningkatan kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Ganjar saat memberikan keynote speech dalam webinar, Varian Virus Corona Delta di Kudus, yang Pusat Kedokteran Tropis UGM dan PP KAGAMA, Rabu (16/6/2021).

Hingga akhirnya dilakukan sekuensing genom terhadap sampel pasien Covid-19 di Kudus.

Sebelumnya, Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi, Sp.BA., Ph.D., mengatakan bahwa telah dipastikan virus corona yang memicu kenaikan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah adalah salah satunya diketahui merupakan varian Delta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM yang keluar pada 11 Juni lalu.

Baca juga: Varian Virus Corona Delta Menggandakan Risiko Rawat Inap, Ini Risetnya

 

Berdasarkan pemeriksaan genom, dr Gunadi mengatakan dari 34 sampel pasien Covid-19 di Kudus yang diperiksa, 28 sampel di antaranya terkonfirmasi sebagai varian Delta. Dari kasus yang terjadi di Kudus, kata dia, menunjukkan kemungkinan besar telah terjadi transmisi lokal varian yang lebih menular ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus.

"Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menutup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus," jelas dr Gunadi, Senin (14/6/2021).

WHO telah menetapkan status atas varian Delta ini sebagai Variant of Concern (VOC) yakni varian yang mengkhawatirkan pada 31 Mei.

Varian Delta diketahui sebagai varian virus corona yang lebih menular. Berdasarkan WHO, varian corona ini juga dapat mengelabuhi sistem kekebalan.

Baca juga: Ahli Ungkap 5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghadapi Varian Delta

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X