Kompas.com - 16/06/2021, 17:31 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Kondisi pandemi Covid-19 akan memburuk ketika terjadi bencana lain, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan sebagainya.

Pasalnya, dalam merespons bencana alam, masyarakat cenderung akan berada dalam jarang yang sangat dekat untuk mendapatkan rasa aman atau saat berada di tempat evakuasi.

Dalam melakukan evakuasi mandiri, sebisa mungkin masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

Berikut adalah panduan evakuasi peringatan dini tsunami di masa pandemi Covid-19, dilansir dari situs Kementerian Kesehatan RI.

1. Peninjauan lokasi rumah sakit

Melakukan evaluasi apakah rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 berada di daerah rendaman tsunami atau tidak.

Baca juga: UPDATE Gempa Maluku M 6,1: BMKG Minta Segera Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

Jika demikian, agar mempertimbangkan dipindahkan ke rumah sakit lain yang tahan gempa dan jauh dari kemungkinan rendaman tsunami.

2. Penyiapan TES dan TEA

Kapasitas TES dan TEA yang sudah ditentukan perlu ditinjau kembali agar masyarakat tetap bisa menerapkan jaga jarak.

Jika diperlukan, TES dan TEA diperbanyak dan dilakukan disinfeksi secara rutin sebelum memanfaatkan tempat yang saat ini kosong karena pandemi Covid-19.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.