Kompas.com - 16/06/2021, 19:31 WIB
Ilustrasi kekuatan gempa bumi ShutterstockIlustrasi kekuatan gempa bumi
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Sebagian besar peristiwa tsunami di dunia disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi di bawah laut.

Gempa bumi yang terjadi di bawah laut merupakan gempa tektonik yang diakibatkan oleh pertemuan lempeng tektonik.

Gempa bumi di bawah laut menimbulkan banyak getaran yang akan memicu terjadinya gelombang tsunami.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua gempa bumi diikuti dengan potensi terjadinya tsunami.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada tiga kriteria gempa bumi yang berpotensi menyebabkan tsunami, yakni:

Baca juga: 5 Langkah Evakuasi Peringatan Dini Tsunami di Masa Pandemi Covid-19

1. Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dengan kedalaman kurang dari 100 km

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 7.0 skala richter

3. Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Ketika pihak yang berwenang telah mengumumkan potensi tsunami di suatu wilayah, masyarakat di wilayah tersebut diharapkan segera bergerak ke tempat yang lebih tinggi.

Tetaplah berada di wilayah aman hingga air laut benar-benar surut dan pihak berwenang menyatakan kondisi telah aman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X