Kompas.com - 16/06/2021, 20:00 WIB
Pemasangan sistem peringatan dini tsunami di Agam. ANTARA/YusrizalPemasangan sistem peringatan dini tsunami di Agam.

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki sistem yang mampu mengeluarkan peringatan dini tsunami dalam waktu 5 menit setelah terjadinya gempa. Sistem milik BMKG adalah InaTEWS yang merupakan singkatan dari Indonesia Tsunami Early Warning System.

Sistem ini merupakan gabungan dari beberapa jaringan dan alat yang menyatukan data untuk mendeteksi potensi dan terjadinya tsunami. Sistem ini terdiri dari dua macam sistem. Sistem pertama adalah dengan sistem pemantauan darat yang terdiri dari jaringan seismometer broadband dan GPS.

Sistem yang kedua adalah sistem pemantauan laut yang terdiri dari beberapa indikator. Indikator pemantauan di laut meliputi tide gauge, buoy, CCTV, radar tsunami, dan kabel bawah laut. Data dari semua komponen tersebut akan dikirimkan ke BMKG melalui komunikasi satelit.

Terjadinya tsunami akan langsung terdeteksi oleh sistem BMKG dalam waktu 5 menit setelah terjadinya gempa bumi. BMKG akan melalukan penyebaran informasi dalam beberapa tahap dan berbagai media.

Baca juga: Fakta Gempa M 6,1 Maluku, 13 Kali Gempa Susulan dan Berpotensi Tsunami

Urutan peringatan dini tsunami

BMKG akan mengeluarkan empat tahap berita berkaitan dengan tsunami. Berita pertama berisi parameter gempa bumi dan perkiraan dampak tsunami yang dideskripsikan dalam tiga status ancaman, yaitu awas, siaga, atau waspada.

Berita kedua akan berisi perbaikan parameter gempa bumi disertai tambahan status bencana pada berita pertama. Selain itu, berita juga akan menyebutkan perkiraan waktu tiba tsunami ke garis pantai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berita selanjutnya adalah pesan berisi perbaikan status tsunami hasil observasi beberapa indikator pengamatan laut, seperti tide gauge, buoy, dan CCTV.

Berita terakhir merupakan pesan yang berisi peringatan dini tsunami telah berakhir. Berita terakhir ini paling cepat dikeluarkan dua jam setelah berita pertama disebarkan.

Pahami arti status ancaman tsunami

Pembagian status ancaman tsunami terbagi menjadi tiga, yaitu waspada, siaga, dan awas. Status ini dibagi berdasarkan estimasi tinggi gelombang tsunami yang datang. Waspada adalah status dengan estimasi tinggi gelombang kurang dari setengah meter. Masyarakat hanya perlu menjauhi pantai karena tsunami tidak akan merusak terlalu jauh.

Siaga adalah status dengan estimasi tinggi gelombang lebih tinggi dari setengah meter, namun lebih rendah dari 3 meter. Dampak yang ditimbulkan lebih parah namun hanya merusak kawasan di sekitar pantai, misalnya tsunami di Pangandaran tahun 2006.

Halaman:


Sumber BMKG
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X