Kompas.com - 04/05/2021, 10:00 WIB
Ilustrasi bayi menyusu PexelsIlustrasi bayi menyusu

KOMPAS.com - Kenapa bayi sering gumoh? Ini merupakan salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh orangtua yang baru memiliki bayi.

Semua bayi pasti akan mengalami gumoh. Biasanya bayi akan mengalami gumoh setelah minum ASI atau susu formula. Tanda khas gumoh adalah keluarnya sedikit susu dan mengalir secara natural.

Gumoh terjadi ketika perut bayi terlalu penuh atau posisi bayi yang berubah secara tiba-tiba setelah minum susu. Hal ini bisa memicu sphincter atau katup lambung terdorong dan terbuka oleh susu yang ada di dalam lambungnya, sehingga susu kembali mengalir ke esofagus dan keluar melalui mulut. Biasanya gumoh disertai dengan sendawa.

Berbeda dengan muntah, terjadinya gumoh pada bayi tidak melibatkan kontraksi otot berlebih. Gumoh tidak akan membuat bayi merasa tidak nyaman seperti terjadinya muntah.

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Manfaat Ajaib ASI terhadap Kesehatan Usus Bayi

Sebenarnya, gumoh adalah kondisi yang normal terjadi pada bayi. Namun, jika terjadi cukup sering, maka perlu diberi perhatian khusus. Dilansir dari Healthy Children by American Academy of Pediatrics pada 9 April 2019, ada beberapa penyebab kenapa bayi sering gumoh yang bisa dicegah untuk mengurangi frekuensi gumoh pada bayi.

Bayi gumoh setiap selesai menyusu

Penyebab terjadinya adalah refluks gastroesofagus atau asam lambung yang naik ke tenggorokan. Ini merupakan hal yang normal terjadi pada bayi baru lahir jika gumohnya hanya sedikit. Kondisi ini akan berkurang seiring dengan pematangan otot-otot pada tubuh bayi.

Hal ini bisa diminimalisir dengan menyendawakan bayi setiap selesai menyusu. Menyendawakan bayi bisa dengan cara menggendong bayi dengan posisi berdiri sambil didekap, kemudian tepuk-tepuk punggungnya dengan perlahan.

Cara lainnya adalah menghindari bayi menyusu terlalu banyak. Jika bayi sudah menunjukkan tanda-tanda kenyang, cukupkan menyusui bayi agar lambungnya tidak terlalu penuh.

Perut bayi kembung

Kondisi perut bayi kembung bisa memicu bayi untuk gumoh. Perut yang bergas biasanya disebabkan oleh aerophagia, yaitu kondisi bayi menelan banyak udara lebih banyak dari biasanya. Aerophagia bisa terjadi jika posisi bayi saat menyusu kurang baik.

Baca juga: 3 Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi

Bayi gumoh saat bermain

Bayi bisa gumoh saat bermain disebabkan karena overstimulasi. Hal ini bisa diatasi dengan menunda waktu bermain paling cepat 20 menit setelah bayi menyusu. Sementara menunggu waktu bermain, posisikan bayi dalam posisi tegak. Hindari posisi berbaring atau tengkurap saat bayi baru selesai menyusu.

Alergi susu formula

Beberapa bayi memiliki alergi terhadap jenis susu atau bahan makanan tertentu. Jika bayi diberi susu formula dan selalu gumoh dalam jumlah yang agak banyak, bisa jadi bayi alergi terhadap susu formula yang diberikan. Banyak alternatif susu formula jika bayi memiliki alergi. Segera konsultasikan ke dokter anak.

Tidak perlu khawatir kenapa bayi sering gumoh. Selama dalam batas wajar, maka bayi Anda baik-baik saja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X