Kompas.com - 27/03/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi orang berjenggot menggunakan masker SHUTTERSTOCK/VulpIlustrasi orang berjenggot menggunakan masker

KOMPAS.com - Menumbuhkan jenggot atau brewok selama pandemi mungkin tampak tidak berbahaya.

Namun bagi mereka yang memilih tidak mencukur jenggot dan membiarkannya tumbuh lebat, ini akan berdampak pada upaya kita mengakhiri pandemi.

Apa hubungannya?

Alasan kenapa kita menggunakan masker adalah untuk menutup mulut dan hidung agar menahan virus yang terkandung di dalam droplets (cairan pernapasan) agar tidak mengenai orang lain. Ini jika kita terinfeksi suatu virus penyakit, termasuk Covid-19.

Dengan memakai masker, kita pun dapat terhindar dari tetesan droplets yang mungkin disebarkan orang lain.

Baca juga: Sudah dapat Dosis Penuh Vaksin Covid-19, Bolehkah Lepas Masker?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi memakai masker untuk melindungi diri kita sendiri dan orang lain.

Nah, masker pun tidak bisa asal tempel.

Untuk mengurangi risiko tertular atau menyebarkan virus corona, masker harus pas. Tidak ada celah antara kulit dan masker.

Saat seseorang memiliki jenggot atau brewok, ini akan mengurangi keefektifan pemakaian masker.

Sebab, adanya jenggot atau brewok seringkali menciptakan celah antara wajah dan masker.

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X