Kompas.com - 01/03/2021, 16:27 WIB
Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona.


KOMPAS.com- Setahun pandemi virus corona telah mengancam jiwa masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Ahli menilai bahwa dampak penularan Covid-19 di kluster perkantoran sangat berdampak pada keluarga.

Hal itu disampaikan DR. dr. TB. Rachmat Sentika SP.A, MARS, KOMDA KIPI Banten dalam Webinar dan Media Gathering Online 2021, Update Perkembangan Covid-19 & Vaksinasi, Kamis (26/2/2021) lalu.

Sejak pandemi virus corona diumumkan masuk ke Indonesia, tingkat kecemasan keluarga semakin meningkat.

Menurut dr Rachmat, selain pandemi itu sendiri, penyebab kecemasan keluarga Indonesia karena Covid-19 di antaranya karena informasi fakta, mitos hingga hoaks atau kabar bohong tentang wabah penyakit baru ini.

Baca juga: 3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

 

"Perlu diketahui ternyata (keluarga di Indonesia) lebih dari 68 persen (adalah) extendid family yakni yang terdiri dari minimal tiga generasi. Ada ayah, ibu, anak, cucu, kakek dan nenek," ungkap dr Rachmat.

Kasus kematian lansia menurun

Dr Rachmat mengatakan bahwa saat pandemi virus corona masuk ke Indonesia pada Maret 2020 lalu, angka kematian orang lanjut usia atau lansia terus meningkat hingga Agustus 2020.

Sebab, seperti diketahui bahwa orang lanjut usia (lansia) adalah salah satu kelompok rentan terhadap dampak penularan Covid-19.

Pada periode Maret-Agustus 2020, tercatat kematian lansia karena Covid-19 mencapai 58 persen. Sedangkan kematian Covid-19 pada kelompok usia 18-59 tahun mencapai 32 persen dan 10 persen pada anak usia kurang dari 18 tahun.

Baca juga: WHO: Risiko Penyebaran dan Dampak Covid-19 Sangat Tinggi Saat Ini

 

"Malah semakin lama semakin bergeser, dan semakin kecil angkanya," kata dr Rachmat.

Pada periode Agustus-Desember 2020, angka kematian lansia karena Covid-19 sekitar 16 persen dan sisanya 76 persen kasus kematian pada kelompok usia 19-59 tahun, dan 8 persen pada anak.

Kendati demikian, dr Rachmat tidak dapat memastikan apakah faktor yang menyebabkan penurunan kasus kematian Covid-19 pada kelompok lansia ini.

"Apakah (populasi) lansia ini memang semakin sedikit jumlahnya, atau memang ada pergeseran (dampak Covid-19 pada kematian lansia). Tetapi kalau melihat sensus penduduk tahun 2020 lalu, (populasi) lansia tinggal 11 persen," imbuh dr Rachmat.

Baca juga: Klaster Pertama Covid-19, Ahli Pertanyakan Orang yang Meninggal Awal Maret

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X