Kompas.com - 01/03/2021, 13:05 WIB
Ilustrasi bayangan Ilustrasi bayangan

KOMPAS.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan bahwa mulai hari ini, sejumlah daerah di Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan.

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lapan, Andi Pangerang, dalam keterangan resminya melalui laman edukasi sains Lapan menyampaikan, Matahari akan berada di atas Indonesia ketika tengah hari pada pekan keempat di bulan Februari hingga pekan pertama di bulan April.

"Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga ketika tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari," jelas dia.

Baca juga: Hari Tanpa Bayangan dan Ekuinoks, Sama atau Beda? Ini Penjelasannya

Andi menuturkan, hari tanpa bayangan Matahari di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun, tepatnya di kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara (23.4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (23,4 derajat Lintang Selatan).

Sedangkan untuk kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalami hari tanpa bayangan hanya sekali dalam setahun, yaitu ketika Solstis Juni (21/22 Juni) maupun Solstis Desember (21/22 Desember).

"Di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepala kita (zenit) ketika tengah hari sepanjang tahun,"  ujarnya.

Berikut daftar wilayah hari tanpa bayangan di Indonesia tahun 2021 yang telah disesuaikan menggunakan Delta T = 69 detik.

Wilayah di Waktu Indonesia Barat (WIB)

1. Cilacap, 1 Maret 2021, pukul 11.56 WIB

2. Surakarta, 1 Maret 2021, pukul 11.49 WIB

3. Semarang, 2 Maret 2021, pukul 11.50 WIB

4. Surabaya, 2 Maret 2021, pukul 11.41 WIB

5. Pelabuhan Ratu, 2 Maret 2021, pukul 12.05 WIB

6. Bandung, 3 Maret 2021, pukul 12.01 WIB

7. Jakarta, 04 Maret 2021, pukul 12.04 WIB

8. Serang, 5  Maret 2021, pukul 12.06 WIB

9. Bandar Lampung, 6 Maret 2021, pukul 12.10 WIB

10. Bengkulu, 11 Maret 2021, pukul 12.21 WIB

11. Palembang, 13 Maret 2021, pukul 12.10 WIB

12. Palangkaraya, 15 Maret 2021, pukul 11.33 WIB

13. Pangkalpinang, 15 Maret 2021, pukul 12.04 WIB

14. Jambi, 16 Maret 2021, pukul 12.14 WIB

15. Padang, 18 Maret 2021, pukul 12.26 WIB

16. Pontianak, 20 Maret 2021, pukul 11.50 WIB

17. Pekanbaru, 21 Maret 2021, pukul 12.21 WIB

18. Tanjungpinang, 23 Maret 2021, pukul 12.08 WIB

19. Gunung sitoli, 23 Maret 2021, pukul 12.36 WIB

20. Yogyakarta, 28 Februari 2021, pukul 11.51 WIB

21. Medan, 29 Maret 2021, pukul 12.30 WIB

22. Banda Aceh, 3 April 2021, pukul 12.42 WIB

23. Sabang, 4 April  2021, pukul 12.41 WIB

Wilayah di Waktu Indonesia Tengah (Wita)

1. Makassar, 7 Maret 2021, pukul 12.13 Wita

2. Wakatobi, 7 Maret 2021, pukul 11.56 Wita

3. Kendari, 10 Maret 2021, pukul 12.00 Wita

4. Majene, 11 Maret 2021, pukul 12.04 Wita

5. Banjarmasin, 12 Maret 2021, pukul 12.31 Wita

6. Palu, 18 Maret 2021, pukul 12.08 Wita

Tanjung Selor, 27 Maret 2021, pukul 12.15 Wita

7. Samarinda, 19 Maret 2021, pukul 12.19 Wita

8. Manado, 24 Maret 2021, pukul Wita

9. Gorontalo, 24 Maret 2021, pukul 11.54 Wita

10. Miangas, 4 April 2021,pukul 11.37 Wita 

Wilayah di Waktu Indonesia Timur (WIT)

1. Tual, 6 Maret 2021, pukul 12.20 WIT

2. Ambon, 11 Maret 2021, pukul 12.37 WIT

3. Jayapura, 14 Maret 2021, pukul 11.46 WIT

4. Biak, 17 Maret 2021, pukul 12.04 WIT

5. Sorong, 18 Maret 2021, pukul 12.23 WIT

6. Manokwari, 18 Maret 2021, pukul 12.11 WIT

8. Sofifi, 22 Maret 2021, pukul 12.36 WIT

Baca juga: Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, Bagaimana Bisa Terjadi?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

71,4 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan, Ahli: Tak Layak Disebut Vaksin

71,4 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan, Ahli: Tak Layak Disebut Vaksin

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Mengapa Beberapa Vaksin Covid-19 Sebabkan Pembekuan Darah

Ahli Jelaskan Mengapa Beberapa Vaksin Covid-19 Sebabkan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan, Adakah Efek Sampingnya?

Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan, Adakah Efek Sampingnya?

Oh Begitu
Asal-usul Nama Malang, Bukan karena Tidak Beruntung

Asal-usul Nama Malang, Bukan karena Tidak Beruntung

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Siklon Tropis Surigae Bisa Jadi Badai Topan | Polemik Vaksin Nusantara

[POPULER SAINS] Siklon Tropis Surigae Bisa Jadi Badai Topan | Polemik Vaksin Nusantara

Oh Begitu
5 Kondisi yang Menentukan Pasien Diabetes Boleh Puasa Ramadhan atau Tidak

5 Kondisi yang Menentukan Pasien Diabetes Boleh Puasa Ramadhan atau Tidak

Kita
Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Oh Begitu
Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Oh Begitu
Kutu Infeksi Anjing Peliharaan, Begini Cara Membasminya

Kutu Infeksi Anjing Peliharaan, Begini Cara Membasminya

Oh Begitu
Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Oh Begitu
Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Fenomena
Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Kita
Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Fenomena
BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

Fenomena
7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

Oh Begitu
komentar
Close Ads X