Kompas.com - 02/02/2021, 12:05 WIB
Ilustrasi menimbang berat badan katiko-dpIlustrasi menimbang berat badan

KOMPAS.com - Jika Anda pernah mencoba diet ketat untuk menurunkan berat badan, Anda tentu tahu betapa sulitnya mencapai hasil yang Anda inginkan. Ini karena diet ketat sangat menyiksa.

Menurut sebuah survei, dua dari lima orang menyerah dari diet yang mereka lakukan hanya dalam waktu seminggu sejak mereka memulainya.

“Kamu tahu tubuhmu lebih baik dari siapa pun, artinya kamu mungkin tahu persis apa yang membuat kamu merasa sengsara,” kata Cynthia Sass, MPH, RD, ahli gizi terdaftar.

"Ketika saya menanyakan hal ini kepada klien saya, saya cenderung mendengar tanggapan yang sama berulang kali — terlalu sedikit kalori dan terlalu sedikit karbohidrat, dan tampaknya itu menjadi penyebab terbesar."

Baca juga: Cara Mudah Meningkatkan Metabolisme dan Menurunkan Berat Badan

Sebuah laporan baru yang diterbitkan dalam majalah sains Discover setuju, bahwa pengalaman diet yang suram adalah penyebab nomor satu orang-orang berhenti melakukannya.

"Diet tidak benar-benar ideal untuk menjalani hidup yang menyenangkan, justru akan membuat lebih sulit untuk terus berdiet," jelas Traci Mann, Ph.D., psikolog makanan terkemuka di University of Minnesota dan penulis Secrets from the Eating Lab.

Para ahli penurunan berat badan dan ahli gizi mengungkap ada beberapa cara makan yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan ketimbang melakukan diet ketat dan penghitungan kalori.

Berikut cara makan yang efektif menurunkan berat badan dan juga dapat membuat Anda merasa lebih bahagia, lebih puas, dan jauh lebih sehat dalam jangka panjang.

Baca juga: Kunci Sukses Resolusi Menurunkan Berat Badan, Jangan Diet Ekstrem

1. Hilangkan Godaan

Menahan keinginan makan setiap hari itu sulit. Pendekatan yang lebih baik adalah membuat makanan yang menggoda lebih sulit untuk diambil.

“Jika pasangan Anda bersikeras ingin memiliki permen di rumah, misalnya, simpan barang-barang itu dalam wadah yang tidak tembus cahaya, sehingga membuatnya lebih sulit untuk dilihat. Ketika permen tidak terlihat, mereka orang cenderung tak memakannya." Demikian menurut majalah sains Discover.

Penelitian terbaru mendukung hal ini. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Marketing menemukan, bahwa orang lebih cenderung makan terlalu banyak camilan dari kemasan transparan daripada yang tidak tembus cahaya.

Jadi, ketika Anda sulit mendapatkan makanan tak sehat, maka Anda akan makan lebih sedikit makanan tak sehat.

Baca juga: 11 Makanan yang Harus Dihindari Saat Ingin Menurunkan Berat Badan

Halaman:


Sumber eatthis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X