Diabetes Berisiko Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik, Bagaimana Terjadinya?

Kompas.com - 18/12/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetes SHUTTERSTOCK/Proxima StudioIlustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetes

KOMPAS.com - Penyakit diabetes melitus menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia.

Diabetes selain mengganggu kesehatan tubuh, juga merupakan penyakit yang dapat berdampak atau memicu berbagai penyakit kritikal lainnya seperti kanker, kardiovaskular, jantung, dan lain sebagainya.

Namun, ada satu dampak penyakit diabetes mellitus yang jarang sekali disadari oleh masyarakat ataupun penderitanya, yaitu risiko gangguan mata hingga kebutaan akibat diabetes yang disebut Retinopati Diabetik.

Baca juga: Ahli: Waspada, 1 dari 3 Pasien Diabetes Berisiko Alami Kebutaan

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 2,2 miliar orang secara global memiliki gangguan penglihatan atau kebutaan.

Sekitar 1 miliar orang diantaranya memiliki gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa dicegah atau belum ditangani, dan 3 juta orang memiliki gangguan penglihatan atau buta akibat Retinopati Diabetik.

Retinopati Diabetik termasuk 3 besar komplikasi diabetes terbanyak dan penyebab kebutaan global ke-5 terbesar saat ini, yang menyebabkan 4,5 juta orang menjadi buta atau tunanetra pada tahun 2010.

Serta, fakta lainnya menyebutkan bahwa 1 dari 3 orang dengan diabetes melitus dapat mengalami komplikasi retinopati diabetik.

Bahkan, 1 dari 10 pasien retinopati diabetik ini memiliki tingkat yang mengancam penglihatan, meski pada tahap awal tidak menunjukkan gejala apapun.

Mekanisme diabetes mengakibatkan retinopati diabetik

Seperti diketahui, diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.

Sementara, insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kada gula darah di dalam tubuh.

Dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Mata Konsultan Prof dr Arief S Kartasasmita SpM(K) PhD mengatakan, bahwa retinopati diabetik terjadi saat kadar darah yang tinggi merusak pembuluh darah di retina mata. Sehingga, hal ini menyebabkan penglihatan kabur hingga kebutaan. 

"Kerusakan pada retina ini sering tidak dirasakan oleh pasien terutama pada fase-fase awal penyakit, sehingga banyak pasien yang datang berobat pada keadaan yang sudah lanjut, dan perlu diingat kondisi ini akan bersifat permanen, apabila tidak segera ditangani dengan tepat," jelasnya.

Baca juga: 7 Cara Menurunkan Berat Badan untuk Penderita Diabetes

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.