Fenomena Long Covid Sudah Ada sejak Awal Pandemi, Apa Itu?

Kompas.com - 30/10/2020, 19:05 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 belum berakhir, bahkan jumlah kasus positif masih terus bertambah dari hari ke hari.

Untuk di Indonesia, data update hingga tanggal 29 Oktober 2020, ada penambahan kasus sebanyak 3.565, sehingga akumulasi total dari laporan awal pada Maret hingga Oktober ini sudah mencapai 404.048 kasus pasien terinfeksi Covid-19.

Di tengah pandemi yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir, masyarakat kembali dikejutkan dengan kehadiran fenomena long Covid.

Baca juga: Long Covid, Dampak Jangka Panjang Infeksi Corona dan Gejalanya

Apa itu Long Covid?

Dijelaskan oleh dokter spesialis patologi klinik Primaya Hospital Bekasi Timur, dr Muhammad Irhamsyah, SpPK, MKes, fenomena long Covid yang terjadi pada pasien terkonfirmasi positif PCR (terinfeksi Covid-19) bukanlah hal yang baru.

" Long Covid adalah suatu fenomena yang memang sudah terjadi selama pandemi Covid-19, dalam kurun waktu hampir setahun ini," ujar Irham.

Istilah long covid lebih mengarah pada fenomena gejala-gejala yang dialami pasien pasca-terinfeksi Covid-19.

Hal ini dikarenakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 merupakan jenis virus baru, dan hingga saat ini seluruh dunia masih melakukan penelitian mendalam tentang virus dan penyakit yang diakibatkannya.

Apalagi, penyakit yang ditimbulkan oleh virus SARS-CoV-2 ini memang berbahaya sehingga dapat menyebabkan kematian.

"Penelitian mengatakan bahwa penyakit yang ditimbulkan oleh Covid-19 ini bergantung seberapa berat kerusakan organ yang dialami oleh pasien," kata Irham.

Baca juga: Menelusuri Klaster Pertama Penularan Covid-19 di Indonesia

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Oh Begitu
Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Fenomena
Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Oh Begitu
Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Fenomena
BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Oh Begitu
WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

Oh Begitu
Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Kita
Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Oh Begitu
Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Kita
Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Oh Begitu
Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Fenomena
Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Oh Begitu
Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Oh Begitu
Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X