Indonesia Bebas Polio sejak 2014, Kenapa Masih Tetap Ada Vaksinasi?

Kompas.com - 30/10/2020, 18:32 WIB
Ilustrasi vaksin polio oral Shutterstock/frank60Ilustrasi vaksin polio oral


KOMPAS.com - Sejak tahun 2014, Indonesia sudah dinyatakan bebas dari polio yang menyebabkan kelumpuhan pada anak-anak ini. 

Akan tetapi, para ahli menekankan bahwa hal itu bukan berarti kita harus menghentikan atau mengurangi upaya untuk ikut aktif mencegah penyakit tersebut, salah satunya dengan vaksinasi atau imunisasi polio.

Lantas mengapa masih dibutuhkan vaksinasi polio meski di Indonesia sudah dinyatakan terbebas dari polio sejak 2014?

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Drg Vensya Sitohang, M Epid mengatakan, Indonesia memang dinyatakan bebas polio, tetapi eradiksi polio (poliomyelitis) di seluruh dunia belum selesai tuntas seutuhnya.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Sebelum Corona, Ventilator Selamatkan Pasien Polio

 

Untuk itu, semua pemangku kepentingan terus melakukan kerja sama untuk memastikan eradikasi semua virus polio secara global.

"Walaupun Indonesia telah dinyatakan bebas dari penyakit polio sejak 2014, namun upaya vaksinasi dan edukasi soal penyakit polio harus terus dilakukan," kata Vensya dalam diskusi daring bertajuk "Edukasi Virtual Sanofi Pasteir: Peran Vaksinasi Dalam Mendukung Eradikasi Polio", Sabtu (24/10/2020).

Dalam pemaparannya, Vensya menerangkan bahwa virus polio itu tidak hanya satu tipe, melainkan ada tiga tipe virus polio. Terbaru, virus polio liar tipe 3 ini telah berhasil dimusnahkan sejak tahun 2019 secara global.

Baca juga: Kabar Baik, Virus Polio Liar Tipe Tiga Telah Dimusnahkan

 

"Diharapkan bukan hanya polio liar (tipe 3), tetapi juga yang tipe 1 dan 2 bisa kita eradikasi (hilangkan) dari negara kita," kata dia.

Oleh karena itu, Vensya menegaskan bahwa meningkatkan imunitas masyarakat Indonesia melalui program vaksinasi akan terus dilakukan dan diupayakan.

"Kami juga melakukan upaya pencegahan terhadap kasus virus polio yang berasal dari negara lain, jangan sampai terjadi di Indonesia," jelasnya.

Meskipun masyarakat Indonesia dinyatakan terbebas dari polio, tetapi karena penyakit ini sangat menular, maka warga Indonesia sendiri juga masih berisiko terkena polio akibat transmisi orang ke orang dalam lingkungan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X