Paru-paru Mini Bantu Ilmuwan Pelajari Virus SARS-CoV-2 sampai Uji Obat Covid-19

Kompas.com - 30/10/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi CT scan dada (paru-paru) tunjukkan pneumonia, virus corona penyebab Covid-19. Ilustrasi CT scan dada (paru-paru) tunjukkan pneumonia, virus corona penyebab Covid-19.


KOMPAS.com- Sebagai penyebab penyakit baru, Covid-19, virus corona masih sangat misterius bagi para ilmuwan di seluruh dunia.

Lebih dari 40 juta orang di dunia terinfeksi virus yang kemudian disebut SARS-CoV-2, dan menyebabkan kematian lebih dari 1 juta orang sejak menjadi pandemi akhir 2019 lalu.

Sebagai penyakit baru, belum ada obat yang sesuai dan ampuh untuk melawan Covid-19. Bahkan, pengembangan vaksin untuk menangkal penyakit ini terus dikebut.

Dalam upaya untuk segera menemukan obat dan vaksin yang tepat, serangkaian studi ilmiah dilakukan.

Salah satunya, dengan menggunakan miniatur organ paru-paru atau paru-paru mini untuk menguji obat potensial yang bisa digunakan sebagai terapi perawatan Covid-19.

Baca juga: Ada Gel Cair di Paru-paru Pasien Covid-19 Kritis, Apa Itu?

 

Organoid bantu pengujian obat

Menurut laporan ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Nature, struktur kecil seperti organ yang tumbuh di laboratorium berperilaku seperti paru-paru dan usus besar manusia.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/10/2020), organ ini dapat digunakan untuk menyaring obat dengan cepat dan mengidentifikasi potensi pengobatan untuk Covid-19.

Dibandingkan dengan pendekatan praklinis tradisional, di mana obat-obatan diuji dalam sel monyet atau dari pasien kanker manusia.

Menurut Dr. Shuibing Chen dan Dr. Robert Schwartz dari Weill Cornell Medicine di New York, organoid, miniatur organ yang digunakan dalam studi ini justru lebih mirip dengan tipe sel kompleks dan struktur jaringan manusia.

Baca juga: Teknologi AI Ini Diklaim bisa Deteksi Covid-19 di Paru-paru

 

Tim peneliti mengembangkan organoid yang mengandung jenis sel paru-paru dan usus besar yang diketahui terinfeksi pada orang dengan Covid-19.

Bekerja sama dengan tim peneliti lain dari Columbia University dan Icahn School of Medicine at Mount Sinai mereka menyaring 1.200 obat yang disetujui FDA.

Di antara obat- obat Covid-19 potensial tersebut, peneliti menemukan tiga obat yang menunjukkan aktivitas melawan infeksi virus corona baru, termasuk obat kanker imitinib yang dijual sebagai Gleevec oleh Novartis.

Saat ini, obat tersebut sedang diuji dalam empat uji klinis Covid-19 yang berbeda.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X