Kompas.com - 30/10/2020, 13:05 WIB
Ilustrasi kopi Vietnam drip terbuat dari bubuk kopi Vietnam menggunakan alat Vietnam drip. SHUTTERSTOCK/MALLIKAMPIlustrasi kopi Vietnam drip terbuat dari bubuk kopi Vietnam menggunakan alat Vietnam drip.


KOMPAS.com- Minum teh hijau dan kopi, ternyata tak hanya baik bagi kesehatan. Sebuah studi mengungkap konsumsi teh hijau dan kopi dapat menurunkan risiko kematian pada penderita diabetes tipe 2.

Berdasarkan temuan studi yang diterbitkan dalam jurnal daring BMJ Open Diabetes Research & Care mengungkapkan dengan minum 4 cangkir atau lebih teh hijau ditambah 2 cangkir kopi setiap hari, berkaitan dengan risiko kematian, 63 persen lebih rendah selama sekitar 5 tahun.

Dilansir dari Science Daily, Jumat (30/10/2020), orang dengan diabetes tipe 2 lebih rentan terhadap penyakit yang berkaitan dengan peredaran darah, demensia, kanker, dan patah tulang.

Kendati saat ini semakin banyak obat yang efektif, hingga modifikasi gaya hidup seperti olahraga dan diet, namun pengobatan tetap menjadi landasan.

Baca juga: Jangan Minum Kopi Sebelum Sarapan, Studi Jelaskan Alasannya

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Minum kopi dan teh hijau secara teratur dapat bermanfaat bagi kesehatan, hal ini sudah ditemukan pada penelitian sebelumnya bahwa terdapat kandungan senyawa biokatif pada minuman ini.

Selanjutnya para peneliti mengeksplorasi potensi dampak teh hijau dan kopi secara terpisah dan digabungkan pada risiko kematian di antara orang-orang dengan kondisi diabetes. Hal ini dilakukan mengingat bahwa masih sedikit studi yang dilakukan pada penderita diabetes.

Orang Jepang yang mengidap diabetes tipe 2 dengan usia rata-rata 66 tahun yang sudah memiliki penyakit ini selama 5 tahun mulai dilacak kesehatannya. Peneliti melacak 2.790 pria dan 2.133 wanita dengan total 4.923 orang.

Baca juga: Studi Baru Buktikan Manfaat Teh Hijau Obati Lemak Hati pada Obesitas

 

Studi prospektif mengamati pengaruh perawatan, obat dan gaya hidup pada pasien yang sudah terdaftar di The Fukuoka Diabetes Registry.

Penelitian ini menggunakan kuesioner dan orang yang diteliti perlu memberikan informasi latar belakang tentang gaya hidup, seperti olahraga teratur, merokok, konsumsi alkohol dan jam tidur malam.

Kuesioner makanan dan minuman berisis 58 pertanyaan dengan beberapa pertanyaan mengenai seberapa banyak teh hijau dan kopi yang dikonsumsi setiap hari.

Sampel darah dan urin diperiksa untuk mencari potensi faktor risiko yang menjadi dasar, hingga melakukan pengukuran tekanan darah, tinggi badan dan berat badan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

Oh Begitu
Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Oh Begitu
Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Oh Begitu
Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Oh Begitu
Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Oh Begitu
Misteri Hilangnya Peradaban Kuno di China 4.000 Tahun Lalu Terungkap, Seperti Apa?

Misteri Hilangnya Peradaban Kuno di China 4.000 Tahun Lalu Terungkap, Seperti Apa?

Oh Begitu
Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.