Covid-19 Ancam Ibu dan Anak, Ini 4 Seruan Himpunan Profesi Kesehatan

Kompas.com - 06/10/2020, 08:00 WIB
Anak-anak dan para orangtua memakai masker di hari pertama pembukaan kembali sekolah di Brussels, Belgia, pada Selasa (1/9/2020). AP PHOTO/FRANCISCO SECOAnak-anak dan para orangtua memakai masker di hari pertama pembukaan kembali sekolah di Brussels, Belgia, pada Selasa (1/9/2020).

KOMPAS.com - Himpunan profesi kesehatan meminta pemerintah membuat strategi baru yang efektif dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan dasar di tengah pandemi Covid-19.

Himpunan profesi tersebut terdiri dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (PP IAKMI), Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI), Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), dan Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA).

Stratergi ini terutama untuk melindungi ibu hamil, bayi, dan anak-anak yang kesehatannya terancam karena Covid-19.

Baca juga: Bersin Termasuk Gejala Covid-19, Benarkah?

Kasus anak di Indonesia yang terinfeksi Covid-19 hingga 10 Agustus 2020 mencapai 3.928 anak dan 59 di antaranya meninggal dunia. Ini merupakan catatan kasus tertinggi di Asia.

Infeksi Covid-19 tak mengenal usia. Data kasus positif Covid-19 anak untuk usia 0-5 tahun tercatat ada sebanyak 2,5 persen dan usia 6-18 tahun sebanyak 7,6 persen.

Selain itu, kejadian infeksi Covid-19 pada ibu hamil juga dapat berdampak terhadap pelayanan pemantauan kehamilan dan meningkatnya risiko kehamilan dengan komplikasi.

Pada salah satu kondisi paling buruk, diperkirakan terjadi kematian ibu yang lebih tinggi dari 25 persen akibat kehamilan dengan hipertensi (preeklamsia).

Oleh sebab itu, sejumlah himpunan profesi mengusulkan pemerintah untuk segera melakukan tindakan cepat.

Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih mengatakan bahwa himpunan profesi kesehatan ingin mendorong dua hal, yakni penanganan Covid-19 yang lebih baik dan strategi yang optimal terhadap pelayanan dasar di puskesmas dan posyandu.

"Layanan kesehatan dasar tidak boleh terhenti, bahkan harusnya diperkuat," tegas Daeng diskusi daring bertajuk Dampak Pandedi Covid-19: Cakupan Imunisasi dan Kualitas Pangan Balita Rendah, Selamatkan 25 Juta Anak Indonesia, Kamis (1/10/2020).

Berikut empat seruan nasional terkait kesehatan ibu dan anak pada masa Covid-19 ini:

1. Prioritaskan layanan kesehatan ibu dan anak

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Galaksi Besar di Alam Semesta Awal, Astronom Ungkap Tempat Kelahirannya

Galaksi Besar di Alam Semesta Awal, Astronom Ungkap Tempat Kelahirannya

Fenomena
27 Persen Warga Indonesia Ragu Vaksin Covid-19, Bagaimana Meyakinkan Mereka?

27 Persen Warga Indonesia Ragu Vaksin Covid-19, Bagaimana Meyakinkan Mereka?

Oh Begitu
Kasus Kerusakan Mata pada Anak Akibat Hand Sanitizer Meningkat Selama Pandemi

Kasus Kerusakan Mata pada Anak Akibat Hand Sanitizer Meningkat Selama Pandemi

Oh Begitu
5 Fakta Suara Dentuman di Bali, Mirip Kejadian di Bone 2009

5 Fakta Suara Dentuman di Bali, Mirip Kejadian di Bone 2009

Oh Begitu
Apakah Kucing dan Anjing Butuh Vaksin Covid-19 Khusus?

Apakah Kucing dan Anjing Butuh Vaksin Covid-19 Khusus?

Oh Begitu
Dentuman di Bali, Lapan Menduga Berasal dari Meteor Jatuh

Dentuman di Bali, Lapan Menduga Berasal dari Meteor Jatuh

Fenomena
WHO: Tak Ada Bukti 33 Lansia di Norwegia Tewas akibat Vaksin Covid-19

WHO: Tak Ada Bukti 33 Lansia di Norwegia Tewas akibat Vaksin Covid-19

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Oh Begitu
Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Fenomena
Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Fenomena
Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Oh Begitu
Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Oh Begitu
Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

Oh Begitu
BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

Fenomena
komentar
Close Ads X