Kompas.com - 16/08/2020, 19:26 WIB
Gua Border terletak di tebing antara eSwatini (Swaziland) dan KwaZulu-Natal di Afrika Selatan. physGua Border terletak di tebing antara eSwatini (Swaziland) dan KwaZulu-Natal di Afrika Selatan.

KOMPAS.com - Kehidupan manusia purba di masa lalu tentu tidak selengkap kehidupan modern saat ini.

Namun manusia purba yang tinggal di Afrika selatan nampaknya melakukan hal terbaik supaya mereka merasa nyaman. Contohnya, mereka membuat kasur atau tempat tidur empuk dari abu dan rumput.

Menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Science, tempat tidur dengan campuran abu dan rumput membantu manusia purba tidur nyenyak karena lebih lembut dan terhindar dari gigitan serangga.

Baca juga: Kotoran 14.000 Tahun Jadi Bukti Keberadaan Manusia Purba di Amerika Utara

Seperti dikutip IFL Science, Minggu (16/8/2020), bukti keberadaan tempat tidur itu ditemukan di gua Border, situs arkeologi terkenal yang terletak di tebing antara eSwatini (Swaziland) dan KwaZulu-Natal di Afrika Selatan.

Gua tersebut diketahui telah ditempati oleh manusia purba sejak sekitar 227.000 tahun yang lalu.

Dengan menggunakan berbagai teknik mikroskopis dan spektroskopi, peneliti pun akhirnya dapat mengidentifikasi rumput serta abu yang digunakan sebagai tempat tidur oleh manusia purba di kala itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk membuat tempat tidur itu, manusia purba meletakkan abu terlebih dahulu kemudian ditumpuk dengan rerumputan.

Penggunaan kedua bahan itu bukannya tanpa alasan.

Selain memberikan kenyamanan dan empuk, bahan itu dapat menghalau serangga.

Abu dapat menghalangi serangga karena mereka tidak dapat dengan mudah bergerak saat berada di antara bubuk halus.

Beberapa budaya telah menggunakan abu sebagai obat nyamuk karena abu akan menghalangi serangga menggigit manusia.

Selain itu, peneliti juga mengidentifikasi sisa-sisa daun kamper di antara alas tidur. Tanaman aromatik tersebut juga masih digunakan sebagai pengusir serangga hingga saat ini.

Baca juga: Manusia Purba Manfaatkan Kolam Lumpur untuk Berburu Mammoth

"Kami berspekulasi bahwa meletakkan alas rumput di atas abu merupakan strategi yang disengaja. Tak hanya untuk membuat tempat tidur yang bebas kotoran tetapi juga untuk mengusir serangga yang merayap," ungkap Lyn Wadley, peneliti utama dalam studi ini, seperti dikutip dari Phys.org.

Sebelumnya, bukti penggunaan alas tidur dengan menggunakan tanaman ditemukan di situs Sibudu di Afrika Selatan yang berusia 77.000 tahun.

Namun temuan terbaru ini menunjukkan kalau penggunaan tempat tidur sudah dimulai jauh lebih lama dari yang kita perkirakan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.