Kamasutra Satwa: Kuda Nil Jantan Semburkan Feses untuk Gaet Pasangan

Kompas.com - 14/08/2020, 20:02 WIB
Ilustrasi kuda nil. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi kuda nil.

KOMPAS.com – Hewan-hewan besar biasanya memiliki ritual unik untuk menggaet pasangan. Jerapah jantan misalnya, meminum urin pasangannya untuk mengetes apakah si betina sudah siap untuk kawin.

Jika jerapah terfokus pada urin, lain halnya dengan kuda nil. Hewan besar satu ini juga punya ritual unik untuk menggaet pasangan, dengan cara yang bisa dibilang lebih jorok: menyemburkan feses ke berbagai arah.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Sebelum Bercinta, Jerapah Jantan Minum Urine Pasangannya

Mengutip BBC, Jumat (14/8/2020), kuda nil memang terkenal sebagai hewan territorial. Mereka suka menumpuk feses untuk memagari teritori mereka pada rawa-rawa. Dalam ritual reproduksi, kuda nil juga menggunakan feses mereka untuk menggaet pasangannya.

Dua kuda nil jantan tertangkap kamera berkelahi memperebutkan wilayah di sungai Chobe, Botswana.Caters News Agency/Daily Mail Dua kuda nil jantan tertangkap kamera berkelahi memperebutkan wilayah di sungai Chobe, Botswana.

Saat siap untuk bereproduksi, kuda nil jantan biasanya mendekati teritori betina kemudian menyemburkan fesesnya ke berbagai arah. Kuda nil jantan menggunakan buntutnya untuk membuat feses ‘terbang’ semakin jauh, bisa dua meter jauhnya!

Baca juga: Kamasutra Satwa: Semua Terlahir Jantan, Bagaimana Ikan Badut Bereproduksi?

Tak sampai di situ. Jika tertarik, kuda nil betina akan membalas dengan melakukan hal serupa yaitu menyemburkan fesesnya. Ilmuwan menyebut perilaku ini sebagai submissive defecation.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X