Erupsi Sinabung 2020 Tidak Meledak Besar, Ternyata Ini Karakteristiknya...

Kompas.com - 14/08/2020, 10:01 WIB
Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Karo, Sumatera Utara, Senin (10/8/2020). Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut. ANTARA FOTO/SASTRAWAN GINTINGGunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Karo, Sumatera Utara, Senin (10/8/2020). Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut.


KOMPAS.com- Dalam kurun waktu tiga hari ini, telah terjadi lima kali erupsi di Gunung Sinabung. Namun, disebutkan ahli tidak berpotensi terjadi ledakan besar dalam waktu dekat.

Akan tetapi, ahli vulkonologi Surono menuturkan bahwa meskipun tidak berpotensi terjadi ledakan besar dalam waktu dekat, tetapi erupsi cenderung akan terjadi maraton.

" Erupsi saat ini kemungkinan akan seperti dulu, maraton, bukan sprint seperti dulu, artinya bisa berlangsung lama, namun bukan letusan besar," kata Surono kepada Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

Dijelaskan Surono, maraton yang disebutkan mengartikan erupsi ini tidak selesai-selesai, akan meletus lagi dan lagi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Baca juga: Erupsi 3 Kali, Akankah Letusan Besar Gunung Sinabung Terjadi Dalam Waktu Dekat?

"Tapi periode ini entah berapa lama, semoga tidak lama seperti dulu," ujarnya.

Periode lama seperti dulu yang dimaksudkan oleh Surono adalah yang terjadi sepanjang sejarah erupsi Gunung Sinabung sejak tahun 2013 hingga 2018, dan letusannya terjadi secara sporadis.

Analisis karakteristik erupsi Sinabung 2020

Surono berkata, karakteristik letusan Gunung Sinabung periode 2020 ini mungkin tidak sama dengan yang terjadi di masa lalu yaitu sekitar 2013-2018, dan beberapa gunung api lainnya.

Gunung Sinabung, disebutkan tidak sama dengan Gunung Merapi dan Gunung Kelud yang mampu menampung fluida magma dengan volume yang besar. Sehingga, letusannya berakhir dengan kejadian yang cukup besar beserta dampaknya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hanya Berjarak 16 Menit, 2 Gempa M 5,8 dan M 5,7 Guncang Mentawai

Hanya Berjarak 16 Menit, 2 Gempa M 5,8 dan M 5,7 Guncang Mentawai

Fenomena
Es Alaska Mencair, Ilmuwan Peringatkan Potensi Mega Tsunami

Es Alaska Mencair, Ilmuwan Peringatkan Potensi Mega Tsunami

Fenomena
Cara Ampuh Menghentikan Keinginan Makan Manis dan Asin

Cara Ampuh Menghentikan Keinginan Makan Manis dan Asin

Oh Begitu
3 Vaksin Corona China Disebut Lolos Uji Klinis Fase Tiga, Begini Kata Ahli

3 Vaksin Corona China Disebut Lolos Uji Klinis Fase Tiga, Begini Kata Ahli

Oh Begitu
Yurianto: Sekalipun Ada Vaksin, Protokol Kesehatan Tetap Harus Jalan

Yurianto: Sekalipun Ada Vaksin, Protokol Kesehatan Tetap Harus Jalan

Oh Begitu
Virus Corona Bertahan di Kulit Lebih dari 9 Jam, Ini Pentingnya Cuci Tangan

Virus Corona Bertahan di Kulit Lebih dari 9 Jam, Ini Pentingnya Cuci Tangan

Fenomena
Waspada Gelombang Tinggi sampai Besok, dari Pulau Sabang hingga Laut Arafuru

Waspada Gelombang Tinggi sampai Besok, dari Pulau Sabang hingga Laut Arafuru

Fenomena
Cara Pakai dan Cuci Masker Sesuai Pedoman Satgas Penanganan Covid-19

Cara Pakai dan Cuci Masker Sesuai Pedoman Satgas Penanganan Covid-19

Oh Begitu
6 Fakta Norovirus, Ada di Indonesia hingga Menular Melalui Makanan

6 Fakta Norovirus, Ada di Indonesia hingga Menular Melalui Makanan

Oh Begitu
Belum Ada Vaksin Covid-19 yang Ampuh, Kenapa Vaksinasi Dimulai November?

Belum Ada Vaksin Covid-19 yang Ampuh, Kenapa Vaksinasi Dimulai November?

Kita
Jangan Takut Kotor, Main di Alam Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Jangan Takut Kotor, Main di Alam Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Oh Begitu
Faktanya, Segel Plastik di Kemasan Botol Minuman Bisa Mencemari Lingkungan

Faktanya, Segel Plastik di Kemasan Botol Minuman Bisa Mencemari Lingkungan

BrandzView
Polusi Udara Terbukti Sebabkan Gangguan Otak pada Anak dan Dewasa Muda

Polusi Udara Terbukti Sebabkan Gangguan Otak pada Anak dan Dewasa Muda

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Penguin Beri Tongkat dan Batu sebagai Tanda Cinta

Kamasutra Satwa: Penguin Beri Tongkat dan Batu sebagai Tanda Cinta

Oh Begitu
Mutasi 'Diam' SARS-CoV-2, Mungkin Penyebab Virus Corona Sulit Dihentikan

Mutasi "Diam" SARS-CoV-2, Mungkin Penyebab Virus Corona Sulit Dihentikan

Fenomena
komentar
Close Ads X