Asal Klaim Obat Corona Covid-19, Berikut Sanksi yang Bisa Dikenakan

Kompas.com - 14/08/2020, 12:02 WIB
Ilustrasi obat untuk virus corona, obat corona ShutterstockIlustrasi obat untuk virus corona, obat corona

KOMPAS.com - Virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih menyebar dan menginfeksi manusia. Bersamaan dengan itu, banyak klaim temuan obat Covid-19 yang tidak berdasar bukti ilmiah dan diragukan manfaatnya.

Asal klaim temuan obat dilakukan oleh beberapa orang, dan sering kali tanpa diketahui peneliti lain.

Padahal seperti kita tahu, dalam memasarkan obat harus diuji terlebih dahulu khasiatnya dan dikaji oleh ilmuwan lain.

Banyak pula klaim temuan obat yang dianggap tidak mengikuti protokol pembuatan dan uji obat yang telah disepakati para peneliti berbasis kajian ilmiah dan lembaga penjamin mutu obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Baca juga: Hadi Pranoto Tolak Bahas Pendidikan, Ketahui Etika Penelitian Ilmuwan

Menanggapi kondisi ini, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI), dr Mahesa Paranadipa Maikel, MH angkat bicara dan meninjau dengan kajian hukum.

"Terhadap kasus siapapun yang mengaku menemukan obat Covid-19, menurut saya ada banyak sekali sanksi hukum yang bisa dikenakan," kata Mahesa, Kamis (13/8/2020).

Sanksi tersebut, juga akan berbeda tergantung dari mana kategori kasus klaim obat Covid-19 itu dilakukan.

Berikut penjelasan rinci terhadap dua kategori kasus dan sanksi yang bisa dikenakan:

1. Pemalsuan gelar

Disebutkan Mahesa dalam keterangan tertulisnya, kategori sanksi pertama ini adalah apabila orang tersebut menggunakan titel atau gelar dokter atau profesor, tetapi ternyata tidak dimilikinya alias palsu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X