Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Kompas.com - 07/08/2020, 16:31 WIB
Ilustrasi obesitas, kegemukan, mengukur lingkar pinggang nito100Ilustrasi obesitas, kegemukan, mengukur lingkar pinggang


KOMPAS.com - Vaksin menjadi senjata pamungkas untuk memerangi pandemi virus corona saat ini. Sebab, pandemi ini telah melumpuhkan menyebabkan lebih dari 19,2 juta orang di dunia terinfeksi dan menewaskan lebih dari 717.000 orang.

Sedangkan di Amerika Serikat, angka infeksi sangat tinggi di dunia dengan lebih dari 5 juta orang telah terinfeksi Covid-19, dan menewaskan lebih dari 162.000 orang.

Namun, seperti dikutip dari CNN, Jumat (7/8/2020), warga Amerika juga harus menghadapi obesitas yang telah menjadi epidemi sebelum Covid-19 menjadi pandemi baru.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa vaksin yang direkayasa untuk melindungi masyarakat dari influenza, hepatitis B, tetanus, dan rabies ternyata dapat kurang efektif pada orang dewasa yang mengalami obesitas, dibandingkan populasi umum.

Baca juga: Studi Covid-19: Virus Corona Lebih Rentan Infeksi Pria dan Obesitas

Akibatnya, membuat orang-orang obesitas menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit, termasuk Covid-19.

"Akankah kita memiliki vaksin Covid-19 tahun depan yang sesuai dengan obesitas? Tidak mungkin," kata Raz Shaikh, profesor nutrisi di University of North Carolina-Chapel Hill.

Peneliti memprediksi vaksin Covid-19, jika nanti tersedia, mungkin tidak akan berhasil pada orang yang mengalami obesitas.

Lebih dari 107 juta orang dewasa di Amerika Serikat mengalami obesitas, dan kemampuan mereka untuk kembali bekerja dengan selamat, merawat keluarga dan melanjutkan hidup sehari-hari dapat dibatasi, jika vaksin virus corona memberi kekebalan yang lemah pada mereka.

Baca juga: Gen Kurus Ditemukan, Potensi Terapi Baru Atasi Obesitas di Masa Depan

Pada puncak awal pandemi global ini, sebuah studi di China menemukan bahwa pasien dengan berat badan berlebih dan menderita Covid-19 lebih mungkin meninggal dari pada mereka dengan berat badan yang lebih kurus.

Saat unit perawatan intensif di New York, New Jersey dan sejumlah rumah sakit dipenuhi pasien, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di negara bagian setempat telah memperingatkan orang gemuk.

Orang gemuk dengan indeks massa tubuh 40 atau lebih, termasuk kelompok dengan risiko tinggi menjadi sakit parah dengan Covid-19. Sekitar 9 persen orang dewasa Amerika termasuk dalam kategori tersebut.

Halaman:


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X