Khawatir Serangan Jantung saat Bersepeda, Lakukan 2 Tips Dokter Olahraga Ini

Kompas.com - 22/07/2020, 12:02 WIB
Bersepeda jadi tren yang kembali mengemuka di fase new normal Dok. ShutterstockBersepeda jadi tren yang kembali mengemuka di fase new normal


KOMPAS.com- Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, bersepeda menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia.

Namun, para ahli kesehatan mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak sekadar latah dan mengikuti tren yang sedang ramai dilakukan oleh banyak orang lain saja.

Melainkan, memang melakukan olahraga bersepeda dengan tujuan untuk mengejar target kesehatan tubuh yang diperlukan oleh tubuh Anda sendiri.

Salah satu tim Dokter Sports, Shoulder dan Spine Clinic Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr Hendry Suhendra SpOT mengatakan olahraga sepeda itu baik, tetapi sesuai porsi orangnya masing-masing.

Baca juga: Meninggal Dunia Saat Bersepeda, Hindari dengan Mengukur Kemampuan Jantung

"Jangan ikut-ikutan, meskipun mau melakukannya rombonga. Soalnya semua orang itu punya target dan hard rate-nya (rata-rata kemampuan fisik) yang berbeda-beda," kata Henry dalam Media Gathering RS Siloam Hospitals, Senin (20/7/2020).

Anda sebaiknya tidak memaksakan diri secara berlebihan saat bersepeda, supaya mendapatkan manfaat kesehatan yang baik, dan bukan justru mendapatkan celaka saat bersepeda tersebut.

Seperti yang diketahui, selama tren sepeda ini meningkat, beberapa kejadian meninggal dunia saat dan setelah bersepeda pun terjadi.

Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner. Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner.

Baca juga: Hasil Pemindaian Ungkap, 55 Persen Pasien Corona Alami Masalah Jantung

Di antaranya pernah terjadi pada dua orang di Semarang dan seorang pria di Bekasi, yang disinyalir meninggal dunia akibat serangan jantung selagi bersepeda.

Tips bersepeda dengan baik

Sebaiknya, Anda yang ingin melakukan olahraga sepeda perlu melakukan beberapa hal berikut untuk menghindari kejadian buruk yang bisa timbul karena kelalaian pribadi masing-masing.

1. Lakukan pemeriksaan tubuh

Ada baiknya sebelum Anda melakukan olahraga jenis apapun, memang diupayakan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan, terkait kesehatan jantung.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X