Kompas.com - 04/06/2020, 12:32 WIB
Seorang warga berdiri di tengah banjir rob yang merendam jalan desa di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Senin (1/6/2020). Berbagai upaya dilakukan warga setempat untuk dapat beraktivitas di tengah ancaman pasang air laut yang merendam permukiman mereka ketika musim air pasang laut tinggi (rob) tiba. Warga berharap pemerintah segera menangani permasalahan rob yang kini telah mencapai jalur utama Pantura Demak. ANTARA FOTO/AJI STYAWANSeorang warga berdiri di tengah banjir rob yang merendam jalan desa di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Senin (1/6/2020). Berbagai upaya dilakukan warga setempat untuk dapat beraktivitas di tengah ancaman pasang air laut yang merendam permukiman mereka ketika musim air pasang laut tinggi (rob) tiba. Warga berharap pemerintah segera menangani permasalahan rob yang kini telah mencapai jalur utama Pantura Demak.


KOMPAS.com- Masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Indonesia perlu waspada akan adanya potensi gelombang tinggi dan banjir pesisir atau rob hingga tiga hari ke depan.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat banyak faktor yang menjadi pemicu potensi cuaca ekstrem ini terjadi.

Di antaranya adalah, fase bulan purnama, potensi gelombang tinggi, tinggi muka air laut, pola arus laut dan kombinasi pasang air laut.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Drs Herizal Msi mengungkapkan potensi gelombang tinggi di Laut Jawa dan Rob di Pesisir Utara Jawa diperkirakan akan terjadi di awal Juni 2020 ini.

Baca juga: BMKG: Waspada Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Indonesia, Ini Daftarnya...

Untuk potensi gelombang tinggi di Laut Jawa, kata Herizal, diperkirakan masih akan terjadi hari ini hingga Jumat (5/6/2020).

"Ini (potensi gelombang tinggi) memiliki kecenderungan menurun seiring dengan penurunan kecepatan angin," kata Herizal dalam keterangan tertulisnya.

Sedangkan, untuk potensi Rob masih perlu diwaspadai hingga Sabtu (6/6/2020). Hal ini dikarenakan, kondisi spring tide atau bulan purnama dan anomali tinggi muka laut positif, sehingga mengakibatkan tinggi muka air laut akan lebih tinggi daripada kondisi normal.

Baca juga: Waspada Banjir, Ini Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga Sabtu

Oleh sebab itu, kata Herizal, masyarakat terutama yang bermata pencaharian dan beraktivitas di pesisir atau pelabuhan diharapkan meningkatkan kewaspadaan.

Serta, segeralah melakukan upaya mitigasi terhadap potensi bencana Rob ini. Terutama untuk daerah-daerah pantai berelevasi rendah seperti berikut.

  • Pesisir utara Jakarta
  • Pekalongan
  • Cirebon
  • Semarang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X