Herd Immunity Hadapi Pandemi Covid-19 Hanya Tercapai Lewat Vaksinasi

Kompas.com - 16/05/2020, 08:03 WIB
Petugas menggunakan smart helmet thermal untuk mendeteksi suhu tubuh saat rapid test covid-19 massal yang digelar Badan Intelijen Negara di Pasar Bogor, Senin (11/5/2020). Sebanyak 500 orang warga mengikuti rapid test ini guna mencegah penyebaran virus corona. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas menggunakan smart helmet thermal untuk mendeteksi suhu tubuh saat rapid test covid-19 massal yang digelar Badan Intelijen Negara di Pasar Bogor, Senin (11/5/2020). Sebanyak 500 orang warga mengikuti rapid test ini guna mencegah penyebaran virus corona.


KOMPAS.com - Para ilmuwan meyakini, satu-satunya jalan keluar dari pandemi global Covid-19 ini adalah melalui herd immunity. Akan tetapi, herd immunity mungkin hanya bisa dicapai lewat vaksinasi.

Sejumlah ilmuwan mengklaim bahwa bila ada cukup banyak orang yang memiliki antibodi, virus dapat menghilang, dengan asumsi  bahwa antibodi yang dimiliki memang benar-benar menimbulkan kekebalan.

Herd immunity diyakini sebagian besar ilmuwan, dapat terjadi bila sekitar 65 persen hingga 75 persen dari populasi telah terinfeksi.

Nah, dalam upaya baru ini, para peneliti menemukan bahwa jumlah orang yang telah terinfeksi dan mengembangkan antibodi di Perancis masih sangat jauh dari yang dibutuhkan untuk herd immunity.

Baca juga: Apa Itu Herd Immunity, dan Mengapa Bisa Sebabkan Kematian Massal?

Ketika Perancis kembali dibuka, hanya 4,4 persen populasi yang terinfeksi virus corona, SARS-CoV-2, seperti dilansir dari Medical Xpress, Jumat (15/5/2020).

Persentase tersebut jauh di bawah dari angka yang dibutuhkan untuk mendorong herd immunity.

Ilustrasi herd immunity pencegahan penyebaran Covid-19, virus corona.Ahmad Fozi Ilustrasi herd immunity pencegahan penyebaran Covid-19, virus corona.

Dalam makalah yang mereka publikasikan dalam jurnal Science, tim peneliti menggambarkan studi mereka tentang rumah sakit dan data pengawasan, serta menunjukkan bukti lainnya.

Baca juga: Gangguan Kesehatan Mirip Covid-19 Bisa Jadi Itu Psikosomatik, Kenali Gejalanya

Para ilmuwan medis telah memperingatkan bahwa vaksin atau pengobatan yang efektif untuk penyakit ini mungkin baru akan tersedia setahun mendatang, bahkan mungkin lebih. Tak hanya Perancis, sejumlah negara juga mulai mencabut pembatasan.

Sementara, kurva infeksi virus corona baru di dunia terus melengkung naik yang menunjukkan semakin hari jumlah orang yang terkena Covid-19 semakin meningkat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X