Lebih dari 2.200 Orang dengan Gejala Corona Meninggal, Apa yang Terjadi?

Kompas.com - 29/04/2020, 13:02 WIB
Kerabat dan keluarga jenazah kasus COVID-19 mengunjungi pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 10-23 April, tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun, di mana sebelumnya mencapai 50 orang yang meninggal per hari kini 40-30 orang per hari. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAKerabat dan keluarga jenazah kasus COVID-19 mengunjungi pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 10-23 April, tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun, di mana sebelumnya mencapai 50 orang yang meninggal per hari kini 40-30 orang per hari.

KOMPAS.com - Kemarin Selasa (28/4/2020), Reuters memberitakan bahwa ada 2.212 orang dengan gejala Covid-19 di Indonesia meninggal dunia.

Angka ini tiga kali lipat dibanding yang telah dikonfirmasi pemerintah secara resmi. Data terakhir sampai Selasa (28/4/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal adalah 773 orang.

Reuters melaporkan bahwa 16 provinsi (dari 34 provinsi) memiliki 2.212 kematian dengan gejala Covid-19 akut hingga Minggu (26/4/2020). Pasien meninggal ini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Data-data itu berasal dari lembaga pemerintahan yang didapat dari rumah sakit, klinik, dan petugas yang mengawasi pemakaman. Reuters pun memeriksa situs web, mewawancarai pejabat pemerintah, dan meninjau laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sayangnya, Reuters tidak merinci provinsi mana saja yang diambil dalam pencatatannya. Reuters hanya menjelaskan, ke-16 provinsi tersebut mencakup lebih dari 75 persen dari 260 juta penduduk yang tinggal di Indonesia.

Baca juga: Benarkah Pandemi Corona di Indonesia Sudah Mencapai Puncak Saat Ini?

Laporan ini menyusul pernyataan IDI sembilan hari lalu (19/4/2020) yang mengatakan kematian terkait corona di Indonesia lebih dari 1.000 kasus.

Padahal di hari itu, juru bicara pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa total kematian pasien corona ada 535 orang.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih mengatakan, jumlah 1.000 kematian terkait corona itu merupakan gabungan antara data korban meninggal dengan pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19 dan korban meninggal yang statusnya masih pasien dalam pengawasan (PDP).

Saat dikonfirmasi, Daeng menjelaskan bahwa data tersebut ia dapat berdasarkan laporan langsung rumah sakit kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Iya benar, kalau ditambahkan jumlah kematian yang positif Covid-19 dan PDP, itu akan lebih dari 1.000," kata Daeng saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/4/2020).

"Nah itu yang belum disampaikan oleh pemerintah. Kematian dengan status PDP ini banyak, kan tidak mungkin PDP yang meninggal lalu kita katakan itu pasti bukan Covid-19, kan enggak mungkin," lanjut Daeng.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X