Lawan Corona, 2 Saran Ahli agar PSBB dan Social Distancing Efektif Berjalan

Kompas.com - 18/04/2020, 18:37 WIB
Ilustrasi virus corona (Covid-19) SHUTERSTOCKIlustrasi virus corona (Covid-19)

KOMPAS.com - Meski PSBB telah diberlakukan di beberapa wilayah, dan social distancing terus dihimbau bagi masyarakat Indonesia, masih banyak yang melanggarnya. Alhasil, upaya PSBB dan social distancing terancam gagal menekan penyebaran virus corona.

Menurut Peneliti Pusat Studi Asia Pasifik dan Gama-InaTek UGM, Esti Anantasari MA, akar dari masalah ini adalah tidak dipahaminya social distancing dalam definisi yang kontekstual.

Definisi kontekstual dalam social distancing atau PSBB adalah kondisi menjaga jarak, dan menahan diri untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak, serta persoalan lainnya.

"Mereka (masyarakat) tetap merasa, social distancing ini jauh dari aktivitas yang sebenarnya (aktivitas sehari-hari)," kata Esti dalam diskusi daring bertajuk "Strategi Pemerintah Jepang dan Korea Selatan dalam Menghadapi Covid-19: Pembelajaran untuk Indonesia" yang diadakan oleh LIPI, Kamis (16/4/2020).

Baca juga: Ahli Harvard Sarankan Social Distancing Perlu Dilakukan sampai 2022

Pasalnya, masih banyak masyarakat yang tidak mengerti dan tidak melakukan himbauan tersebut. Ada juga masyarakat di daerah-daerah yang beranggapan bahwa social distancing hanya perlu dilakukan oleh masyarakat kota.

Oleh sebab itu, kata Esti, pemerintah dalam hal ini perlu melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan berbagai cara.

Berikut adalah saran yang diberikan oleh Esti untuk menggalakkan social distancing dan PSBB:

1. Gunakan visual

Seperti yang disadari, budaya literasi di masyarakat Indonesia memang sangat kurang. Maka, argumentasi atau himbauan tulisan panjang melalui selebaran ataupun di media massa masih sulit dipahami masyarakat.

Esti juga berkata bahwa penyampaian informasi melalui pesan visual dalam bentuk gambar atau video, memang cenderung lebih banyak diperhatikan oleh masyarakat dan mudah ditangkap.

"Harus secara visual juga, bagi mereka yang tidak bisa membaca atau yang tidak mengenal hal baca-tulis masih bisa paham (apa dan bagaimana Covid-19 itu)," ujar dia.

Baca juga: Cegah Terkena Penyakit, Hewan-Hewan Ini juga Praktekkan Social Distancing

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Begini Cara Melihatnya

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Begini Cara Melihatnya

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.