Kompas.com - 29/03/2020, 20:32 WIB
Sebuah penelitian berhasil mengungkapkan jika meditasi harian mampu melindungi otak dari penuaan. newsweekSebuah penelitian berhasil mengungkapkan jika meditasi harian mampu melindungi otak dari penuaan.

KOMPAS.com - Sebuah penelitian berhasil mengungkapkan manfaat meditasi terhadap kesehatan otak. Bahkan, meditasi harian, ternyata mampu melindungi otak dari penuaan.

Penelitian tersebut dilakukan dengan cara memindai otak seorang biksu dalam kurun 14 tahun.

Seperti dilansir dari Newsweek, Selasa (24/3/2020), biksu bernama Yongey Mingyur Rinpoche dilahirkan di Nubri, desa kecil dekat dengan perbatasan Nepal-Tibet pada tahun 1975. Itu berarti biksu tersebut telah berusia 45 tahun.

Namun menariknya, berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurocase, usia otaknya hampir satu dekade leih muda dari usia sebenarnya.

Baca juga: Diet Rendah Karbohidrat, Mungkinkah Cegah Kerusakan Otak di Masa Tua?

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah peneliti dari University of Wisconsin-Madison dan Harvard Medical School memindai otak Yongey Mingyur Rinpoche sebanyak 4 kali selama 14 tahun, yakni saat berusia 27,30, 32, dan 41 tahun.

Hasilnya kemudian dibandingkan dengan pemindaian dari 105 orang dewasa lain yang berumur antara 25 hingga 66 tahun yang diambil antara 2010 dan 2011.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peneliti menyebut jika usia otak dari kelompok di atas hampir sama dengan umur fisik yang sesungguhnya.

 

Halaman:


Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Positif Covid-19 Menyusui Bayi, Ini yang Harus Diperhatikan

Ibu Positif Covid-19 Menyusui Bayi, Ini yang Harus Diperhatikan

Oh Begitu
Jika Asteroid Tidak Menghantam Bumi, Apa Dinosaurus Tetap Ada?

Jika Asteroid Tidak Menghantam Bumi, Apa Dinosaurus Tetap Ada?

Oh Begitu
Studi: Vaksinasi Saja Tidak Cukup untuk Menghentikan Pandemi Covid-19

Studi: Vaksinasi Saja Tidak Cukup untuk Menghentikan Pandemi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Herd Immunity adalah Target Jangka Panjang | 5 Makanan yang Mengandung MSG

[POPULER SAINS] Herd Immunity adalah Target Jangka Panjang | 5 Makanan yang Mengandung MSG

Oh Begitu
Anak Positif Covid-19 dan Menderita Anosmia, Begini Cara agar Anak Mau Makan

Anak Positif Covid-19 dan Menderita Anosmia, Begini Cara agar Anak Mau Makan

Oh Begitu
3 Cara Memulihkan Kesehatan Paru Setelah Sembuh dari Covid-19

3 Cara Memulihkan Kesehatan Paru Setelah Sembuh dari Covid-19

Oh Begitu
Ahli Gizi: Efek Sering Minum Minuman Manis, Kegemukan hingga Kulit Keriput

Ahli Gizi: Efek Sering Minum Minuman Manis, Kegemukan hingga Kulit Keriput

Oh Begitu
Apa Itu Vaksin Booster?

Apa Itu Vaksin Booster?

Oh Begitu
5 Makanan Pengganti Mi dan Pasta yang Lebih Rendah Karbohidrat

5 Makanan Pengganti Mi dan Pasta yang Lebih Rendah Karbohidrat

Oh Begitu
Studi Baru Ungkap Machu Picchu Dibangun Beberapa Dekade Lebih Awal

Studi Baru Ungkap Machu Picchu Dibangun Beberapa Dekade Lebih Awal

Oh Begitu
Ilmuwan Pastikan Covid-19 Tidak Masuk ke Dalam DNA Manusia

Ilmuwan Pastikan Covid-19 Tidak Masuk ke Dalam DNA Manusia

Oh Begitu
6 Hal Harus Dilakukan Setelah Sembuh dari Covid-19, Latihan Pernapasan hingga Daya Ingat

6 Hal Harus Dilakukan Setelah Sembuh dari Covid-19, Latihan Pernapasan hingga Daya Ingat

Oh Begitu
Sertifikat Vaksin Covid-19 Syarat Masuk Mal, Ini Kata Pakar Kebijakan Kesehatan

Sertifikat Vaksin Covid-19 Syarat Masuk Mal, Ini Kata Pakar Kebijakan Kesehatan

Oh Begitu
2 Pemeriksaan yang Harus Dilakukan Setelah Isolasi Mandiri, Apa Saja?

2 Pemeriksaan yang Harus Dilakukan Setelah Isolasi Mandiri, Apa Saja?

Oh Begitu
Apakah Efek Samping Vaksin Covid-19 Muncul Lagi Setelah Dosis Kedua?

Apakah Efek Samping Vaksin Covid-19 Muncul Lagi Setelah Dosis Kedua?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X